Flashback Moment, Mareta Zahra Kartika merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) yang turut menjadi tim voli putri pada kompetisi 2nd ASEAN Inter-University Networking Games 2025 di Universitas Teknologi Petronas, Malaysia pada 21-24 Agustus 2025.
Ia dan tim berhasil pulang dengan gelar 1st Runner Up atau juara dua tingkat internasional setelah bertemu tim Filipina di babak final. Berlangsung cukup dramatis, kegagalan merebut posisi pertama kandas dengan skor tipis 27-28.
“Meskipun akhirnya kami kalah di final karena peraturan, pertandingan berlangsung sangat ketat dengan skor 27-28 sehingga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ucap Mareta, mahasiswi Ilmu Komunikasi UII angkatan 2023.
Dalam ingatannya, dalam pertandingan final itu tim voli putri UII menghadapi lawan yang memiliki kualitas permainan sangat mumpuni, baik dalam kemampuan individu maupun kerja tim. Meski demikian, baginya inilah tantangan yang memang harus dihadapi pada kompetisi internasional.
“Tantangan terbesar yang kami alami adalah menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas permainan yang sangat baik dan pengalaman internasional yang cukup tinggi. Pada babak final kami bertemu tim dari Filipina yang memiliki kemampuan individu dan kerja sama tim yang kuat,” tambahnya.
Untuk menghadapi pertandingan ini, persiapan matang telah dilakukan, salah satunya dengan menambah porsi latihan fisik secara mandiri maupun latihan bersama tim. Tujuannya tentu untuk memperkuat kekompakan dan kepercayaan diri tim.
“Kami melakukan persiapan latihan kekompakan tim secara rutin dan latihan tambahan dari diri sendiri seperti menambah porsi latihan fisik dan lebih sering memegang bola. Selain itu, membentuk rasa kepercayaan diri dan kekompakan dalam tim sangatlah penting di sebuah pertandingan yang besar, apalagi bertemu dengan beberapa negara,” ujarnya.
Mareta juga membagikan bagaimana strateginya dalam manajemen waktu antara kesibukan akademik di kampus dan persiapan pertandingan-pertandingan yang akan diikutinya. Ia menegaskan bahwa kuliah adalah tugas utama yang wajib ia selesaikan dan menjadi prioritas utama.
“Saya berusaha membuat jadwal yang teratur antara kuliah dan latihan, apalagi pada saat itu menjelang UAS. Prioritas saya tetap menyelesaikan tugas dan kewajiban akademik terlebih dahulu, kemudian memanfaatkan waktu luang untuk latihan. Saya juga mengatur waktu istirahat agar kondisi fisik tetap terjaga. Dukungan dari teman satu tim dan dosen juga sangat membantu sehingga saya bisa menjalankan keduanya dengan baik,” ungkap Mareta.
Bertanding di Malaysia kala itu adalah pengalaman berharga. Selain berjuang untuk membawa nama baik almamater, Mareta menyebutnya sebagai pengalaman pengembangan diri.
“Motivasi saya mengikuti lomba ini adalah untuk mengembangkan kemampuan diri, menambah pengalaman bertanding di tingkat internasional, serta membawa nama baik Universitas Islam Indonesia dan Indonesia. Selain itu, saya ingin menguji hasil latihan yang selama ini dilakukan dan mendapatkan kesempatan untuk bertemu serta belajar dari atlet-atlet mahasiswa dari negara lain,” tandasnya.











