Mahasiswa Ilmu Komunikasi UII, D. Rajbani Gibran Ahmad, patut menjadi inspirasi. Mahasiswa angkatan 2024 ini borong prestasi di bidang penjelasan isi Al-Qur’an. Tercatat dari bulan Juni hingga Juli, dua prestasi nasional dan internasional berhasil ia kumpulkan.
Di awal Juni 2026, Rajbani berpartisipasi dalam kompetisi tingkat nasional di Bandung, yakni Musabaqah Syahril Qur’an dalam Festival Seni Qur’an Harlah UPTQ UNISBA ke-18. Ia bersama timnya meraih juara dua dalam kompetisi tersebut.
Hanya beberapa pekan kemudian, pada 11 Juli 2026, Rajbani kembali menunjukkan kemampuannya di ajang bergengsi, International Qur’an Festival (IQAF) UII. Berbeda dengan kompetisi sebelumnya, kali ini ia bertanding secara individu melawan peserta dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional. Ia sukses meraih juara 2, melengkapi koleksi prestasinya dalam waktu yang singkat.
Bagaimana Rajbani mampu meraih dua prestasi sekaligus di tengah kesibukan sebagai mahasiswa baru? Kuncinya ada pada manajemen waktu yang disiplin. Ia mengaku membuat jadwal teratur dengan memprioritaskan kegiatan paling penting. Latihan MSQ yang intensif, perkuliahan, dan aktivitas komunitas keagamaan di kampus ia jalani secara seimbang. Setiap harinya, ia menyisihkan waktu khusus untuk memperdalam materi syarhil Al-Qur’an, tanpa mengabaikan tanggung jawab akademiknya.
“Konsistensi adalah kunci. Saya belajar untuk membagi waktu dengan baik agar latihan dan perkuliahan tetap berjalan beriringan,” ujar Rajbani.
Baginya, prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus berkembang. Setiap kompetisi ia jadikan sebagai evaluasi dan pembelajaran. Bertemu dengan peserta terbaik dari berbagai daerah membuka wawasannya tentang pentingnya kerja keras, disiplin, dan menghargai proses.
Dengan dua medali ini, Rajbani berharap dapat terus mengasah kemampuan dan memberikan kontribusi lebih besar dalam syiar Al-Qur’an. Pesannya kepada mahasiswa lain: jangan ragu untuk memulai. Dengan konsistensi, kerja keras, dan doa, prestasi gemilang dapat diraih.
“Setiap kompetisi memberikan pengalaman, tantangan, dan pembelajaran yang berbeda. Dari berbagai pengalaman tersebut, saya belajar untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan keislaman, serta membangun mental dan kepercayaan diri dalam berkompetisi,” tandasnya.













