Riset dimulai dari ide sederhana, namun tak semua ide berhasil dan layak untuk dipublikasikan. Prof. Nurhaya Muchtar, akademisi dari Department of Communications Media, Indiana University of Pennsylvania, USA, menyebut bahwa banyak peneliti terjebak pada topik yang luas.
Dalam kesempatan diskusi dan mentorship yang digelar oleh Program Magister Ilmu Komunikasi UII pada 16 April 2026, Prof. Nurhaya Muchtar membagikan strategi menulis riset secara sistematis.
“Riset bukan soal tahu A–Z, tapi soal berpikir sistematis, fokus pada topik yang terukur, berkolaborasi, dan konsisten menulis hingga ide benar-benar layak dipublikasikan,” ucap Prof. Nurhaya Muchtar.
Menurutnya, riset bukanlah aktivitas individual semata, melainkan proses sosial yang melibatkan dialog panjang dan mendalam antarpeneliti. Dalam pengalamannya di komunitas World Journalism Study, ia menyebut setiap hari selalu ada perdebatan akademis yang dinamis.
“Research is social, sampai sekarang kita masih berdebat,” tambahnya.
Beberapa strategi yang ditawarkan oleh Prof. Nurhaya Muchtar agar ide atau hasil riset berhasil hingga tahap publikasi antara lain sebagai berikut:
- Riset Proses Sosial
Banyak peneliti beranggapan bahwa riset adalah kerja individu, padahal diskursus akademik selalu melibatkan perdebatan dan saling bertukar gagasan. Riset tidak hanya menemukan jawaban final, tetapi juga berkontribusi dalam percakapan ilmiah yang selalu berkembang. Peneliti tidak hanya fokus pada “apa yang diteliti?”, tetapi juga “so what?”, apa kontribusi dan relevansi risetnya.
- Fokus dan Sistematis
Menurutnya, ide selalu ada dan banyak. Tantangannya adalah bagaimana menciptakan batasan agar ide tersebut fokus. Topik yang terlalu luas akan menyulitkan, topik yang terukur justru sangat mungkin dieksplorasi lebih dalam. Sehingga penting bagi peneliti ataupun akademisi menyusun alur penelitian sejak awal.
- Membaca dan Menemukan Arah
Skimming adalah teknik membaca cepat, ini merupakan strategi cerdas yang perlu dipertimbangkan. Membaca cepat namun tetap menangkap inti-inti gagasan. Selain skimming, perhatikan sitasi yang akan menjadi petunjuk arah selanjutnya. Dengan melihat referensi, peneliti akan memahami peta diskursus dan menemukan celah sehingga mampu memberikan kontribusi baru.
- Menentukan target Publikasi
Menentukan tujuan publikasi dengan cara mengenali karakter jurnal yang akan dituju. Pertimbangkan untuk memilih jurnal berintegritas dan subjek spesifik. Pemilihan jurnal yang tepat akan meningkatkan peluang naskah diterima.
- Kolaborasi dan Disiplin Menulis
Faktor paling penting lainnya adalah melakukan kolaborasi. Menulis bersama akan memperkaya perspektif serta menjaga konsistensi proses penelitian. Selain itu, disiplin menulis, mengatur waktu turut menjadi proses yang paling memengaruhi keberhasilan. Publikasi tak hanya soal kualitas ide, tetapi juga konsistensi dalam mengeksekusi.
Itulah beberapa strategi yang dibagikan oleh Prof. Nurhaya Muchtar, pihaknya juga menyebut bahwa riset yang kuat bukan tentang menjangkau semua hal melainkan mampu menelusuri topik secara mendalam dan bermakna. Sehingga ide sederhana tersebut menjadi karya ilmiah yang mampu memberi kontribusi nyata di dunia akademik.











