Tag Archive for: uii

Benchmarking

Rencana benchmarking ke salah satu industri kreatif skala internasional telah digagas hampir dua tahun terakhir. Hingga akhirnya tim Laboratorium Prodi Ilmu Komunikasi UII berksempatan mengunjungi Industri Kreatif di “Objectifs” Singapura pada 8 November 2024.

Objectifs adalah ruang seni visual di Singapura yang fokus pada pengembangan fotografi dan film. Berdiri sejak 2003, Objectifs telah melakukan aktivitas seni kreatifnya melalui program exhibitions, screening film, workshop, talks series, mentorships and residencies untuk mendorong dialog tentang budaya visual serta praktik apresiasi fotografi dan film.

Dr. Zaki Habibi, Ketua Laboratorium mengungkap benchmarking ini perlu dilakukan sebagai daya dukung (Laboratorium Komunikasi). Selain kelengkapan dan kemutakhiran alat, aspek kecakapan dan kapasitas sumber daya manusia juga perlu mendapatkan wawasan dari berbagai pengalaman.

Benchmarking Industri Kreatif di ‘Objectifs’ Singapura

Benchmarking Industri Kreatif di ‘Objectifs’ Singapura – Image: Desyatri Parawahyu Mayangsari

“Arti penting agar semua infrastruktur fisik tersebut mendapatkan nilai kebermaknaan yang optimal tetap terletak pada aspek kecakapan dan kapasitas sumber daya manusianya (human capital),” jelasnya.

Sebelumnya, salah satu pameran bertajuk Hybridity yang digelar pada November 2023 mendapat antusias positif dari pengunjung. Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/hybridity-presentasi-seni-dari-dosen-dan-staf-prodi-ilmu-komunikasi-uii-isu-lingkungan-yang-dikemas-unik/

Sehingga penting untuk terus menambah wawasan dalam ranah karya kreatif, terutama sisi-sisi mutakhir yang dilakukan pelaku industri kreatif dalam skala internasional untuk menjadi rujukan inspirasi yang sesuai dengan tantangan zaman dan situasi sosial dan kultural secara kontemporer.

Desyatri Parawahyu Mayangsari dan Rizka Aulia Ramadhani selaku asisten Laboratorium Komunikasi membagikan pengalamannya, mereka bercerita jika banyak hal yang bisa dipelajari dan menjadi inspirasi.

“Membangun relasi ke industri kreatif skala global sehingga karya-karya yang sedang dirintis, diproduksi, dan dikembangkan dapat menjangkau publik di kancah internasional,” ujar Desyatri Parawahyu Mayangsari.

Ia juga menyebut jika Objectifs memiliki keunikan yang terlihat sederhana, namun di Indonesia jarang ditemui.

“Studio foto dengan metode konnvensional (cuci foto) masih eksis dan berfungsi secara maksimal. Ini menarik karena di Indonesia masih ada namun ya sekedar sebagai display,” tambahnya.

Sementara Rizka lebih menyoroti terkait organisational culture, yang banyak memberinya insight saat kembali ke Indonesia,

“Banyak yang bisa saya ambil, manjemen mereka keren tertata. Tidak hanya budaya kerja, penataan  ruangan dan display dikerjakan secara detail,” ungkapnya.

Baginya, bekal tersebut sangat layak untuk mendukung beberapa program yang akan dilakukan Laboratorium Ilmu Komunikasi di tahun 2025. Salah satunya kejutan baru pada program rutin Kaliurang Festival Hub edisi selanjutnya.

Dalam perjalanan itu juga turut bergabung Marjito Iskandar Tri Gunawan (Laboran) dan Iven Sumardiyantoro (Asisten Laboran). Uniknya, ternyata Objectifs juga salah satu rekanan Gueari Galeri tempat dimana kru Laboratorium turut memproduksi buku foto. Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/buku-foto-karya-dosen-dan-laboran-ilmu-komunikasi-uii-dipamerkan-keliling-dunia/

Penasaran dengan kejutan dari Laboratorium Komunikasi, tunggu program-program menarik di tahun 2025.

British Museum

Perjalanan menuju London telah dipersiapkan dengan matang oleh Marjito Iskandar Tri Gunawan sejak sebulan sebelumnya. Ia berkesempatan menjadi salah satu dari 23 peserta workshop di British Museum pada 9 hingga 13 September 2024.

Laboran di Prodi Ilmu Komunikasi UII itu berkesempatan mendalami salah satu metode riset yakni Visual Etnographic Documentation Training. Menariknya, tantangan dalam misi itu justru bukan soal sulitnya memahami materi melainkan bagaimana berkomunikasi dengan peserta dari lintas benua.

“Dari Asia ada 7 orang, saya satu-satunya orang Indonesia. Sisanya dari Afrika, Amerika, Australia, dan Eropa,” terang Gunawan.

British Museum

Workshop in British Museum. Photo: Marjito Iskandar Tri Gunawan

Dari cerita pembuka, Gunawan menekankan jika London adalah jarak tempuh terjauh dari pintu rumahnya. Ada kekhawatiran namun harapan besar mengalahkan nyali ciutnya. Ini terbukti dari beberapa minggu sebelum berangkat ia aktif speaking English bersama teman-teman di kantor.

Lantas apa yang didapatkannya, memang penting bagi laboran jauh-jauh ke Eropa?

Peluang Workshop di British Museum

Peluang bertandang ke British Museum merupakan rentetan program dari perolehan grant riset Endangered Material Knowledge Program (EMKP) dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII, Dr. Muzayin Nazaruddin, S.Sos., M.A.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/dosen-prodi-ilmu-komunikasi-terima-grant-riset-dari-british-museum/

Riset berjudul “Documenting the Endangered ‘Pet Uno’, ‘Canang Ceureukeh’, and ‘Alee Tunjang’ as Indigenous Forest and Farm Culture in Post-Conflict and Post-Tsunami Aceh, Indonesia” melibatkan beberapa staf termasuk Gunawan.

“(Workshop) salah satu bagian dari paket grant pembiayaan, untuk membekali serta mendapatkan wawasan. Penyedia hibah, ingin memastikan hasilnya sesuai harapan maka menyediakan training,” jelasnya.

British Museum

British Museum, Photo: Marjito Iskandar Tri Gunawan

Artinya, workshop ini memang tidak dibuka untuk umum. Melainkan fasilitas bagi tim yang telah lolos EMKP. Menariknya, riset ini menekankan pada objek atau wawasan yang hampir punah. Untuk mendukung itu, beberapa materi yang didapatkan antara lain workshop videografi, fotografi, editing, penggunaan Elan, hingga bagaimana membentuk peta data.

Urgensi untuk Kajian Ilmu Komunikasi

Projek riset yang tengah digarap oleh tim dari Prodi Ilmu Komunikasi UII menggunakan pendekatan etnografi visual, yakni dengan mengandalkan teknik wawancara mendalam, obrolan informal, observasi semi partisipan, serta perakaman foto dan video.

Metode tersebut mencoba memahami secara mendalam praktik komunikasi dalam konteks budaya dan sosial. Tidak sederhana, metode ini memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup, memerlukan keahlian dalam analisis data visual, namun perlu mempertimbangkan etika privasi subjek.

“Beragam pelatihan tentang bagaimana kita bisa mengelola projek agar bisa engage dengan komunitas di lokasi riset. Riset ini bisa berdampak (kepada kedua pihak) bisa mutual,” jelas Gunawan.

Misi British Museum adalah hasil riset yang dilakukan penerima grant nantinya dapat diakses oleh masyarakat dunia. Hasil riset menjadi koleksi masyarakat umum, warga dunia bisa mengakses melalui Gudang digital British Museum.

Selain untuk mendalami metode riset dalam kajian komunikasi, workshop ini menjadi ruang menjalin relasi dalam lingkup global.

Kaleidoskop 2024

Kreativitas dalam mengelola program menjadi elemen yang terus dikembangkan di Prodi Ilmu Komunikasi UII. Dengan fokus akademik dan pemberdayaan, beberapa program digarap. Salah satu program unggulan yang telah terselenggara adalah international conference (CCCMS).

Kegiatan ini melibatkan, dosen, staf, mahasiswa, serta beberapa mitra eksternal baik nasional maupun international. Berikut beberapa big event and academic program yang sukses terselenggara sepanjang tahun 2024.

  • Milad Prodi Ilmu Komunikasi UII

Berbeda dari milad sebelumnya, memasuki usia ke-20 gelaran ini dilakukan lebih serius dengan berbagai perayaan yang cukup meriah. Bebrapa agenda seperti research day, orasi kebudayaan, hingga peluncuran buku dan pameran arsip museum pers Yogyakarta mewarnai perjalanan 20 tahun Prodi Ilmu Komunikasi UII. Perayaan ini berlangsung beberapa hari di bulan Juni hingga Juli 2024.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/milad-ilmu-komunikasi-timeline-pencapaian-dan-perjalanan-selama-20-tahun/

  • Research Day

Diinisiasi pada milad ke-20 Prodi Ilmu Komunikasi, research day akan menjadi program tahunan. Tema dalam research day seri pertama adalah Komunikasi dan Media dalam Berbagai Perspektif mempresentasikan 16 judul riset oleh 16 dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII yang dibagi menjadi 5 panel dengan klaster-klaster tertentu. Secara umum research day merupakan momen bagi para akademisi untuk mempresentasikan riset atau penelitian yang telah dilakukan kepada publik. Tradisi ini juga menjadi ajang desiminasi karya dalam konteks ilmiah.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/research-day-2024-komunikasi-dan-media-dalam-berbagai-perspektif/

  • Kaliurang Festival Hub

Kalfest Hub atau Kaliurang Festival Hub, adalah ruang dan platform bagi berbagai festival film. Hub dalam konteks ini artinya mempertemukan, perjumpaan ide, hingga kolaborasi. Pertama kali digelar pada tahun 2023, hingga kini telah enam kali terselnggara. Teranyar Kalfest Hub #6 digelar pada 5 September 2024 di Bioskop Sonobudoyo berkolaborasi dengan Visual Documentary Project (VDP) Kyoto menghadirkan Nishi Yoshimi selaku Dewan Pengurus dan Koordinator Kurator serta Sazkia Noor Anggraini, pengajar ISI Yogyakarta sekaligus peneliti dan pembuat film.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/kalfeshub/

  • CCCMS

Conference on Communication, Culture and Media Studies (CCCMS) merupakan konferensi internasional tahunan Prodi Ilmu Komunikasi UII. Tahun ini menjadi tahun ke-10 CCCMS berlangsung, mulanya diselenggarakan setiap satu tahun sekali namun sejak 2017 digelar tiap dua tahun sekali. Tahun 2024, The 7th CCCMS mengambil tema Hybrid telah berlangsung pada 28 Agustus diikuti oleh akdemisi dari berbagai negara yakni Portugal, United Kingdom, Polandia, India, Taiwan, Brasil, Thailand, Jepang, Hong Kong, Italia, Pakistan, China, Malaysia, dan Singapura.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/cccms-2024-rektor-uii-sampaikan-human-are-not-totally-independent-dalam-konteks-hybrid/

  • P2A Ice Cream

Passage to ASEAN (P2A) Ice Cream adalah mobility international yang menjadi program prioritas IPC UII. Tahun 2024 menjadi gelaran ke-7, dengan tajuk AWARE: Exploring Digital Culture and Urban Environment in Creative Ecosystem, pertemuan ini akan mengambil latar di Yogyakarta untuk Indonesia serta Kuala Lumpur, Kedah, dan Langkawi saat di Malaysia. Bermitra dengan Universiti Utara Malaysia (UUM), mobility international ini berlangsung pada 19-29 Agustus 2024.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/p2a-2024-welcome-to-yogyakarta/

  • Studium Generale

Studium Generale adalah forum diskusi akademik yang menghadirkan praktisi dari pihak eksternal serta alumnus Prodi Ilmu Komunikasi UII yang concern dengan topik tertentu. Program ini selalu digelar di awal semester ganjil untuk menyambut mahasiswa baru. Harapannya mampu menjadi bekal dan motivasi mahasiswa dalam menjalani studi jenjang sarjana. Tahun 2024, Studium Generale bertajuk Menembus Batas: Mengembangkan Kreativitas dengan Berpikir di Luar Kotak digelar pada 2 November menghadirkan Fanbul Prabowo (alumnus) dan Paksi Raras Alit (seniman dankreator konten).

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/studium-generale-2024-mengembangkan-kreativitas-dengan-berpikir-di-luar-kotak/

  • Annual Workshop Globalization

Hampir sama dengan Studium Genarale, Annual Workshop Globalization (AWG) adalah forum akademik yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Bedanya, AWG khusus untuk IPC student dan menghadirkan international speaker. Tahun 2024, merupakan perhelatan kelima dengan tajuk Voices for Change ‘Media’s Role in Ending Gender-Based Violence’ menghadirkan tiga pemateri yakni Dr. Katrin Bandel, Indiah Wahyu Andari, dan Iwan Awaluddin Yusuf, Ph.D. forum ini terselenggara pada 19 November 2024.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/the-5th-annual-workshop-on-globalization-2024-voices-for-change-medias-role-in-ending-gender-based-violence/

Demikian beberapa agenda yang telah terselenggara, daftar tersebut merupakan sebagian dari seluruh program yang telah terlaksana di tahun 2024.

Kaleidoskop 2024

Artikel ini berisi catatan berbagai pencapain Prodi Ilmu Komunikasi UII dalam kurun satu tahun terakhir. Tentu saja pencapaian ini adalah usaha-usaha yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Mulai dari prestasi lembaga hingga individu, pencapaian-pencapaian ini adalah kerja kolektif yang dilakukan dengan kekompakan dan semangat. Catatan ini akan menjadi refleksi untuk menyambut tahun 2025.

Berikut beberapa pencapaian yang berhasil dikumpulkan:

Deretan Prestasi Prodi Ilmu Komunikasi UII Sepanjang 2024

  1. Film dokumenter “Sweat Dripping in the Ripples of the Rivers” karya Puji Hariyanti, S.Sos., M.I.Kom, bersama tim laboran terpilih dalam Program Akuisisi BRIN.

Selengkapnya: Karya Kreatif Dosen dan Staf Prodi Ilmu Komunikasi UII Terpilih dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal BRIN Periode 1 Tahun 2024

  1. Film dokumenter “Lahir Kembali dari Kepunahan” karya Dr. Herman Felani dan tim terpilih dalam Program Akuisisi BRIN.

Selengkapnya: Film Dokumenter ‘Lahir Kembali dari Kepunahan’ Karya Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Raih Penghargaan dari BRIN

  1. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si., MA menjadi profesor pertama di Prodi Ilmu Komunikasi sekaligus FPSB.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/pidato-pengukuhan-prof-masduki-jelaskan-toxic-university-kebebasan-akademik-hingga-catatan-rekomendasi/

  1. Artikel ilmiah berjudul Islamic communication as an invention of modernwestern knowledge: critical analysis toward Islamic communication in Indonesiayang ditulis oleh Holy Rafika Dhona, S.I.Kom, M.A, salah satu dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) telah terbit pada Asian Journal Communication pada 23 Februari 2024.

Selengkapnya: Islamic Communication as an Invention of Modernwestern Knowledge: Critical analysis toward Islamic Communication in Indonesia – Asian Journal Communication

  1. Artikel ilmuah berjudul Social Media Marketing at Islamic Higher Education: Reactions, Posts, and Brand Post Contents yang ditulis oleh Nadia Wasta Utami dan Narayana Mahendra Prastya terbit pada Asian Journal Communication pada 26 Maret 2024.

Selengkapnya: https://redfame.com/journal/index.php/smc/article/view/6687

  1. Artikel ilmiah berjudul Memes and Constructions of TikTok Culture in #DontPlayPlayBosku yang ditulis oleh Sumekar Tanjung, S.Sos, M.A. salah satu dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) telah terbit pada 15 Mei 2024 di Jurnal Studies in Media and Communication – RedFame.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/meme-dan-kontruksi-tiktok-culture-dalam-dontplayplaybosku/

  1. Salah satu dosen Prodi ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si., MA terpilih sebagai peserta terbaik 2 Kategori Dosen Bidang Sosial Humaniora dalam Anugerah Academic Leader LLDIKTI Wilayah V pada 16 Mei 2024 di Yogyakarta.

Selengkapnya: Dosen Ilmu Komunikasi UII Raih Anugerah Academic Leader Tahun 2024 LLDIKTI V

  1. Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UII, Nandita Faiza meraih juara 2 dalam kompetisi Qiroatus Syi’ir tingkat nasional pada bulan Juni 2024.

Selengkapnya: Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Raih Juara 2 Qiroatus Syi’ir Tingkat Nasional

  1. Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) M. Nabiel Marazieq, pada 9 Juli 2024 Pusat Prestasi Nasional dan BPSMI DIY mengumumkan bahwa mahasiswa angkatan 2021 tersebut berhasil meraih juara 1 kategori fotografi dalam gelaran PEKIMISDA.

Selengkapnya: Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Raih Juara 1 Lomba Fotografi PEKIMISDA DIY

  1. Dua mahasiswa dinyatakan lolos dalam seleksi Indonesian International Student Mobility Awards(IISMA) tahun 2024. Yasmeen Mumtaz Widyawan dengan tujuan University of Groningen serta Guevara Tamtaka Warih Sadana di University of Pisa.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/dua-mahasiswa-ilmu-komunikasi-uii-lolos-program-iisma-di-belanda-dan-italia/

  1. Empat mahasiswa Ilmu Komunikasi UII lolos program ICT Kemendikbud

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/pelepasan-mahasiswa-program-mobilitas-internasional-6-mahasiswa-ilmu-komunikasi-uii-jalani-kuliah-ke-malaysia-italia-dan-belanda/

  1. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UII, Muhammad Fahrur Rozi berkesempatan untuk mengikuti IISMA di Frankfurt School, Jerman (IISMA Professional Program) pada akhir tahun 2024

Selengkapnya: https://www.instagram.com/p/DDJ41GphDA1/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

  1. Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII, Muzayin Nazaruddin, memperoleh grant riset untuk dua tahun (2024-2026) dari British Museum. Riset yang didanai sebagai bagian dari Projek Endangered Material Knowledge Program (EMKP) tersebut berjudul “Documenting the Endangered ‘Pet Uno’, ‘Canang Ceureukeh’, and ‘Alee Tunjang’ as Indigenous Forest and Farm Culture in Post-Conflict and Post-Tsunami Aceh, Indonesia”

Selengkapnya: Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Terima Grant Riset dari British Museum 

  1. Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UII raih prestasi berturut-turut dalam dua bulan terakhir. Ia adalah Kelvin Alviana Setiawan, mahasiswa angkatan 2023 yang berhasil menaklukan tiga kompetisi Islami tingkat nasional.

Selengkapnya: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UII Borong Prestasi Musabaqah Qur’an dalam 3 Kompetisi Tingkat Nasional

  1. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UII angkatan 2023. Nur Kholifah Arifiani, berhasil menyabet gelar juara 1 Tahfidz 30 Juz Putri dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Internasional – Milad Universitas Islam Riau (UIR) 2024 ke-62.

Selengkapnya: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UII Raih Juara 1 Tahfidz 30 Juz 

  1. Desy Ratnasari mahasiswa Ilmu Komunikasi UII angkatan 2021 berhasil menorehkan prestasi pada Unesa Pencak Silat National Challenge Competion II yang digelar pada 19 hingga 22 Desember 2024 di GOR Unesa, Surabaya.

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/mahasiswa-ilmu-komunikasi-raih-juara-3-dalam-unesa-pencak-silat-national-challenge-competition-ii-2024/

  1. Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik yang dikelola Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) meraih akreditasi Sinta 4.

Selengkapnya: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik Terakreditasi Sinta 4, Artikel Semakin Berkualitas

  1. Prodi Ilmu Komunikasi UII mendapat SK Izin Penyelenggaraan Magister Ilmu Komunikasi diterbitkan (Desember 2024)
  2. Program Studi Ilmu Komunikasi UII mempertahankan peringkat akreditasi “Unggul” dari BAN PT
  3. Dua doktor baru yakni Dr. Anang Hermawan dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Muzayin Nazaruddin dari Tartu University, Estonia.
  4. Pada Wisuda Periode II Tahun Akademik 2024/2025, dua mahasiswa raih prestasi di akhir masa studi. Fikri Haikal Ramadhan, S.I.Kom (lulusan terbaik di Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) IPK 3,98) dan Arsila Khairunnisa, S.I.Kom (wisudawan terbaik di FPSB bulan September dengan IPK sempurna yakni 4,0 (summacumlaude))

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/wisudawan-terbaik-hingga-predikat-summa-cumlaude-dari-prodi-ilmu-komunikasi-uii/

  1. Buku “Subjek Sunda” yang ditulis oleh Holy Rafika Dhona, S.I.Kom, M.A

Selengkapnya: https://communication.uii.ac.id/diskusi-buku-subjek-sunda-meruntuhkan-kedirian-yang-tunggal/

Itulah deretan prestasi yang telah tercatat dalam satu tahun terakhir.

Poso

Prodi Ilmu Komunikasi UII berkomitmen melakukan pemberdayaan kepada masyarakat secara luas. Dengan keilmuan di bidang komunikasi yang aplikatif harapannya mampu menjadi manfaat bagi masyarakat. Lebih lanjut, dapat menjadi solusi atas persoalan di suatu ruang.

Pemberdayaan-pemberdayaan ditujukan kepada berbagai pihak seperti SDM di instansi, perempuan, anak-anak, hingga masyarakat di daerah yang sulit mendapatkan akses informasi.

Mencatat perjalanan satu tahun ke belakang terdapat rentetan program dan perjalanan yang layak direfleksikan. Berikut beberapa peristiwa yang akan disajikan secara singkat. Tak hanya dilakukan oleh dosen, staf juga terlibat.

  1. Workshop Pembuatan Film Pendek Komunitas Video Edukasi Binaan Balai TekKomDik DIY

Workshop ini diinisiasi oleh Anggi Arif Fudin Setiadi S.I.Kom., M.I.Kom  sejak Mei hingga November 2024. Melihat masalah yang dihadapi Balai TekKomDik terkait konten edukasi (film), berbagai pelatihan diberikan kepada komunitas video edukasi binaan Balai TekKomDik yang beranggotakan guru-guru pilihan SMA se-DIY.

Pelatihan yang dilakukan meliputi (1) membuat rancangan produksi berupa pemuatan creative deck yang berisikan dari skenario, alat yang digunakan dan shot list yang diproduksi menjadi film pendek, (2) Pelatihan dalam menggunakan kamera, lighting dan audio dalam proses produksi. (3) Pendampingan dalam produksi hingga editing film pendek.

Diharapkan pengabdian ini mampu memberdayakan dan meningkatkan kualitas dalam pembuatan film secara berkelanjutan.

  1. Pelatihan Menulis Reflektif dan Kritis untuk Santri Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Peserta Ekstrakurikuler Jurnalistik

Bekerja sama dengan Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta, pemberdayaan yang dilakukan oleh Dian Dwi Anisa, S.Pd., M.A. menyasar pada santriwati jenjang sekolah menengah pertama yang tergabung pada ekstrakulikuler jurnalistik.

Pemberdayaan yang berlangsung pada 20 Agustus 2024, berisikan dua materi utama yakni Pentingnya Menulis dan Menulisi Feature. Selain berpikir kreatif, pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dalam menulis, santri dituntut untuk merangkai ide secara logis dan koheren.

  1. Pelatihan Komunikasi untuk Perawat Pasien Kanker Anak

Pengabdian ini telah terlaksana pada 10 November 2024, diinisiasi oleh Dr. Herman Felani, S.S., M.A. Pelatihan komunikasi ini diberikan kepada kelompok perawat kanker anak di RSUP Prof Sardjito. Beberapa pelatihannya meliputi pelatihan bahasa Inggris untuk perawat kanker yang sering mendapatkan dari mitra luar negeri dan pelatihan produksi media visual untuk membuat materi edukasi bagi pasien dan keluarga kanker.

Harapannya pelatihan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam berkomunikasi, memperkuat hubungan pasien-perawat, serta meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit kanker anak.

  1. Mengenali Disleksia dan Kesulitan belajar di Usia Prasekolah/Sekolah

Pengabdian yang dilakukan oleh Holy Rafika Dhona S.I.Kom., M.A. dadasari oleh konsep koneksi salah satu field dari Komunikasi Geografi. Koneksi merupakan kajian mengenai ruang-ruang yang dibentuk dalam proses komunikas ketika ruang yang berbeda saling terhubung. Konsep ini mengimani bahwa dunia adalah ruang aman oleh setiap kalangan manusia termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Sayangnya, pemahaman masyarakat terhadap ABK terutama disleksia masih minim. Disleksia bukan penyakit, tetapi disleksia adalah hambatan belajar khusus. Ketidaktahuan tersebut membuat membuat anak yang mengidap ini dianggap “anak nakal”, “anak bodoh” dan lain-lain. Sehingga upaya-upaya pengenalan disleksia perlu dilakukan. Pengabdian ini dilakukan pada November 2024 dan diikuti oleh 20 orang tua dan pengajar PAUD.

  1. Kampanye Media Sosial Guna Penanganan Sampah di Kota Yogyakarta

Peningkatan jumlah produksi sampah di DIY yang terus meningkat menjadi masalah yang tak terselesaikan. Data menunjukkan tahun 2019 produksi sampah mencapai 644,69 ton per hari, sementara 2023 meningkat menjadi 1.231,55 ton perhari. Jumlah tersebut didominasi oleh sampah sisa produksi rumah tangga. Sayangnya, hal ini tak menjadi perhatian serius bagi masyarakat.

Untuk menjawab persoalan tersebut Ida Nuraini Dewi Kodrat Ningsih, S.I.Kom, M.A, melakukan pengabdian dengan menggandeng Diskominfo DIY untuk melakukan kampanye di media sosial terkait penanganan sampah. Hal ini dilakukan dengan pelatihan pembuatan konten video edukasi yang mendorong kesadaran masyarakat. Strategi yang digunakan adalah third party endorser, yakni sebuah lembaga menggunakan suara pihak ketiga guna mendukung program. Pemberdayaan ini dilakukan sejak April hingga Oktober 2024.

  1. Workshop Produksi Siaran Radio untuk Kegiatan Filantropi dan Dakwah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat di Bawah Yayasan Badan Wakaf UII Yogyakarta

Filantropi adalah tindakan yang didasari nilai kemanusiaan. Konsep ini menjadi landasan pemberdayaan yang dilakukan oleh Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP, M.Si, Ph.D. Berkecimpung di dunia radio, membuatnya mengetahui berbagi persoalan khususnya soal manajemen konten dakwah. Di bawah Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII beberapa lembaga filantropi seperti Lazis Unisia, Radio Dakwah Unisia, LWU Unisia, Embun Kalimasada, Rumah Sehat Baznas, dan Griya Cendekia digandeng untuk saling mengisi konten sesuai tujuan lembaga.

Pelatihan yang dilakukan adalah produksi siaran radio, harapannya dengan konten siaran di radio dapat memperkuat kerja sama dakwah dan pemberdayaan masyarakat antara satu lembaga dengan Lembaga Internal UII lainnya sehingga meningkatkan peluang sinergi untuk kegiatan bersama yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat luas. Kegiatan ini berlangsung pada 22 JULI 2024.

  1. Workshop Penulisan Buku Sejarah Pers Kalimantan Selatan

Pengabdian yang dilakukan oleh Prof. Dr.rer.soc. Masduki, S.Ag., M.Si., M.A. fokus dengan penguatan sejarah pers lokal yakni Kalimantan Selatan yang selama ini terabaikan, terdominasi oleh sejarah pers nasional yang berbasis di Jakarta.

Kalimantan Selatan dipilih karena keunikan sejarah pers itu sendiri. Dari riset yang dilakukan pers lokal di Banjarmasin masih sporadis, tidak terkonsolidasi dalam satu buku, cenderung parsial kepada media pers tertentu dan dari segi tahun terbit sudah di atas 20 tahun. Perkembangan pers lokal Kalsel di era digital belum terekam dengan baik dan mendapatkan apresiasi akademik.

Menggandeng Redaksi JejakRekam.Com situs berita online lokal di Banjarmasin yang mengedepankan jurnalisme data, jurnalisme mendalam. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif, pelaksanaannya melibatkan seluruh pegiat pers lokal Banjarmasin yang terseleksi. Luaran kegiatan adalah laporan kegiatan workshop, terbentuknya tim panitia penulisan buku dan proposal penulisan buku sejarah pers lokal yang akan diajukan ke pihak terkait. Program ini dilakukan sejak pertengahan tahun 2024.

  1. Pengembangan Panduan Peliputan Bencana Bagi Jurnalis di Kawasan Yogyakarta dan Sekitarnya

Memiliki ekpertise di bidang Komunikasi Lingkungan, Muzayin Nazaruddin, S.Sos., MA. melakukan pemberdayaan terkait panduan peliputan bencana kepada jurnalis di Yogyakarta. Hal ini dilakukan karena wilayah Indonesia yang sangat rawan bencana (ring of fire). Sehingga penting bagi masyarakat untuk mengakses wawasan terkait kebencanaan.

Melalui jurnalis, harapannya wawasan tentang kebencanaan dapat tersosialisasi lebih luas sehingga masyarakat akan siap menghadapinya. Pelatihan peliputan bencana ini dilakukan pad 30 November 2024 di Ruang Rapat BPPPTKG Yogyakarta.

  1. Pengabdian Masyarakat di Lembaga Erat Indonesia “Manajemen Sosial Media”

Isu tentang perlindungan, advokasi, dan treatment kepada lansia masih minim diketahui oleh masyarakat awam. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, perlu strategi khusus dalam hal publisitas. Melihat keterbatasan tersebut, Nadia Wasta Utami, S.I.Kom, M.A. melakukan pengabdian dan pemberdayaan kepada anggota Erat Indonesia (LSM) di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Pelatihan pembuatan konten menggunakan smartphone dan manajemen sosial media Erat Indonesia. Harapannya melalui kegiatan ini, berbagai pihak baik lansia, pengurus, dan volunteer Erat Indonesia memiliki kemampuan pembuatan konten dengan smartphone dan manajemen sosial media yang secara bertahap dapat membantu peningkatan kesadaran masyarakat tentang isu lansia.

  1. Pengabdian Masyarakat Sosialisasi Pengelolaan Sampah Secara Mandiri di Kota Yogyakarta

Masalah sampah di Yogyakarta adalah isu besar yang harus diselesaikan. Semenjak TPA Piyungan ditutup, masyarakat kebingungan dengan sampah di rumah. Narayana Mahendra Prastya, S.Sos, M.A melakukan pengabdian sejak April 2024 untuk lakukan sosialisai pengelolaan sampah mandiri untuk mengurai persoalan.

Sosialisasi terkait pembuatan ecobrick, pengelolaan sampah plastik, serta promoting zero waste lifestyle dilakukan di tiga kelurahan (Wirobrajan, Karangwaru, Baciro) menggandeng mahasiswa Ilmu Komunikasi dilakukan pada mulai Mei hingga Juni 2024. Dengan sosialisasi tersebut harapannya, masyarakat di Yogyakarta mampu menangani masalah sampah secara mandiri.

  1. Program Literasi Digital Anak Remaja SMP (Seri Jaga Identitas Digital)

Salah satu dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Puji Hariyanti, S.Sos., M.I.Kom melakukan pengabdian di MTSN 7 Pakem dengan memberikan literasi bertajuk “Lindungi Identitas Anak dengan Cakap Digital” kepada 160 siswa kelas 7. Pengabdian ini sangat penting dilakukan mengingat data (Kemkominfo) penggunaan media digital pada anak-anak dan remaja di Indonesia menemukan 98 persen tahu tentang internet dan 79,5 persen pengguna internet.

Internet paling dominan digunakan untuk mengakses media digital, sementara anak-anak dan remaja belum terlalu memikirkan apa tantangan dalam kemudahan akses tersebut. Termasuk soal keamanan identitas, isu kebocoran data menjadi concern utama pada pengabdian yang dilakukanpada Agustus 2024. Harapannya, kewaspadaan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan mengingat penipuan di dunia digital biasanya memanfaatkan kelengahan pengguna terutama kaum rentan kaum rentan (anak-anak dan lansia).

  1. Pelatihan Pembuatan Konten Video Menarik Menggunakan Smartphone di Lembaga Erat Indonesia

Memiliki 20 hingga 30 relawan, Lembaga Erat Indonesia yang fokus dengan perlindungan, advokasi, dan treatment lansia dituntut untuk masif melakukan kampanye di media sosial demi mendapat banyak perhatian dari berbagai pihak (termasuk anak muda). Berbagai upaya telah dilakukan termasuk berkolaborasi dengan instansi pemerintah. Namun, atensi masyarakat masih minim.

Menjawab persolan tersebut Ratna Permata Sari, S.I.Kom, M.A melakukan pengabdian dengan pelatihan pembuatan konten video menarik dengan smartphone. Dengan konten video yang menarik harapannya masyarakat mengetahui dan turut berpartisipasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Oktober 2024 di TBM Gubug Pintar Semanu, Gunungkidul dan diikuti oleh berbagai pihak termasuk relawan Erat Indonesia, masyarakat umum, dan mahasiswa.

  1. Pengembangan Konten Media Sosial Sekolah Bertema Prophetic Parenting untuk Edukasi dan Dakwah

Prophetic parenting adalah pola asuh kenabian. Dr. Subhan Afifi, M.Si salah satu dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII melakukan pengabdian yang fokus pada pola asuh yang bertujuan mendidik anak dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Kegiatan ini bermitra dengan Yayasan Achmad Hasan Ali Taliwang, yang memiliki dua unit lembaga pendidikan, yaitu: TK Tahfidzul Qur’an (TKTQ) Ahsanu Amala dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Ahsanu Amala. Lembaga pendidikan ini berlokasi di Lingkungan Kokar Dalam RT 01/RW03, Telaga Bertong, Taliwang, Sumbawa Barat NTB.

Pengabdian ini penting mengingat bahwa kompetensi pengasuhan para orang tua dan guru perlu dikembangkan demi mendukung pendidikan. Dilakukan secara daring, selama November 2024 harapannya pengabdian ini dapat meningkatkan kualitas sekolah dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat di Taliwang.

  1. Perancangan Buku Profil Sebagai Media Promosi Potensi Desa Gondangsari Magelang

Desa Gondangsari Magelang sebagai daerah agrowisata yang potensial belum memiliki arsip dan dokumentasi untuk pengembangan. Melihat persoalan ini, Sumekar Tanjung, S.Sos., M.A. menggandeng mahasiswa Ilmu Komunikasi UII untuk melakukan pemberdayaan dengan membuay buku profil sebagai media promosi. Kegiatan berlangsung pada Agustus 2024.

Harapannya dokumen tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait untuk mengembangkan potensi wisata Gondangsari Magelang mampu memberikan tata cara dan strategi-strategi yang efektif untuk menjalankan kembali dan mengembangkan potensi wisata tersebut secara keberlanjutan, sehingga masyarakat dapat merasakan dampak positif secara ekonomi, sosial dan lingkungan.

  1. “Remembering and Archiving” – Penguatan Publik atas Pemahaman dan Pemanfaatan Arsip Visual Melalui Re-fotografi dan Produksi Zine

Berbeda dengan beberapa pengabdian lainnya, cakupan dalam kegiatan ini sangat luas. Dr. Zaki Habibi, S.IP., M.Comms. melakukan pemberdayaan yang fokus dengan konsep remembering and archiving. Kegiatan ini memiliki sasaran program kalangan publik luas tanpa harus memiliki prasyarat pengetahuan dasar mengenai kearsipan secara umum maupun arsip visual secara khusus.

Berkolaborasi dengan Kolektif Belajar Konservasi, program ini memusatkan perhatian pada isu budaya material, dan secara operasional berfokus pada persiapan dan pelaksanaan kegiatan lokakarya (workshop) yang diikuti oleh para partisipan dari jejaring Kolektif Belajar Konservasi dan masyarakat luas yang tertarik pada topik pemanfaatan arsip-arsip visual. Diikuti masyarakat umum kegiatan ini terselenggara pada Agustus 2024 di Rumah Ayam by ViaVia Jogja.

  1. Dokumentasi di Dongi-Dongi Sulawesi Utara bersama YTBN

Tercatat dua tahun terakhir, Prodi Ilmu Komunikasi UII telah bermitra dengan Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) sebuah Yayasan yang fokus dengan pembangunan wilayah 3T. Pada Juli hingga Agustus 2024 beberapa staf terlibat dalam kegiatan kemanusian di Dongi-Dongi, Poso, Sulawesi Utara.

Mengambil peran sebagai tim dokumentasi tiga staf diterbangkan dengan Hercules TNI AU, luaran dalam dokumentasi antara lain dokumentasi foto dan video serta artikel feature untuk publisitas kedua lembaga.

  1. Diskusi Film, Workshop Parenting dan Public Speaking untuk Perempuan Nelayan di Demak

Beberapa dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII tengah fokus terhadap isu perempuan nelayan dan anak, salah satunya Puji Hariyanti, S.Sos., M.I.Kom. Dalam kegiatan Refleksi Perjalanan 19 Tahun Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari pada 24 Desember 2024 beberapa pemberdayaan dilakukan antara lain parenting, public speaking, serta diskusi film Nelayan Perempuan yang digarap Prodi Ilmu Komunikasi UII.

Pemberdayaan di Tambakpolo, Demak, Jawa Tengah dilakukan secara rutin, berbagai persoalan yang kompleks terjadi akibat banjir rob pesisir pantai Utara.

Demikian rentetan dalam seri kaleidoskop 2024, dengan catatan ini harapannya kerja-kerja kemanusiaan selalu mendapat prioritas dan semakin meluas.

Wisudawan Terbaik hingga Predikat Summa Cumlaude dari Prodi Ilmu Komunikasi UII

Kabar membanggakan datang dari Program Studi Ilmu Komunikasi UII khususnya International Program Communication (IPC). Pada Wisuda Periode II Tahun Akademik 2024/2025, dua mahasiswa raih prestasi di akhir masa studi.

Keduanya adalah Fikri Haikal Ramadhan, S.I.Kom dan Arsila Khairunnisa, S.I.Kom alumni IPC UII Batch 2020.

Fikri Haikal Ramadhan, mencatatkan namanya sebagai lulusan terbaik di Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) pada pelepasan wisudawan bulan November. Ia berhasil lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,98.

Sebelumnya, Arsila Khairunnisa juga mendapatkan predikat wisudawan terbaik di FPSB bulan September dengan IPK sempurna yakni 4,0. Hal tersebut membawanya sebagai wisudawan berselempang Summa Cumlaude satu-satunya pada prosesi wisuda II Tahun Akademik 2024/2025 pad 1 Desember lalu.

Summa Cumlaude yang diraih Arsila merupakan sejarah baru bagi Prodi Ilmu Komunikasi, ia adalah wisudawan pertama yang meraih IPK sempurna.

Menariknya, kedua mahasiswa tersebut tak hanya berprestasi di bidang akademik namun juga aktif dalam berbagai program. Keduanya merupakan MC professional yang terbiasa memandu berbagai event baik di UII maupun eksternal.

Arsila menuturkan selama proses belajar di Prodi Ilmu Komunikasi selain lingkungan yang sangat mendukung, metode pembelajaran yang diterapkan para dosen menarik dan up to date.

“Di UII, saya mendapatkan akses yang cukup untuk mengembangkan kemampuan dan bakat saya. Para dosen yang berpengalaman dan berdedikasi tidak hanya menjamin kemampuan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman yang berharga. Proses pembelajaran dirancang semenarik mungkin, dengan metode pengajaran terkini yang membuat segala sesuatunya tetap menarik,” tutur Arsila.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Fikri Haikal Ramadhan, ia mengungkapkan rasa bersyukurnya atas pegalaman berharga selama menjadi mahasiswa di UII.

“Saya merasa sangat beruntung menjadi bagian dari keluarga besar Ilmu Komunikasi UII. Dosen-dosennya ramah dan dekat dengan mahasiswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Begitu juga dengan dengan mahasiswanya yang seru dan kreatif, membuat pengalaman kuliah menjadi lebih berwarna,” ujarnya.

“Proyek-proyek komunikasi juga melatih kreativitas sekaligus memberikan pengalaman berharga, terutama yang skala besar. Kalau bukan di Ilkom UII, mungkin saya tak akan menjadi MC professional seperti sekarang,” tambahnya.

Sekretaris Prodi IPC, Ida Nuraini Dewi Kodrat Ningsih, S.I.Kom., M.A mengaku terharu dengan pencapaian ini. Selama 6 tahun menghandle IPC, prestasi yang diraih kedua alumni tersebut menjadi hasil pantas untuk dibanggakan.

“Jujur entah kenapa periode ini saya sangat terharu, bangga dan melepas adik-adik semua dengan bismillah dari IPC. Semoga perjalanan mereka kedepan selalu dimudahkan dan menjadi yang terbaik seperti yang sudah mereka usahakan ini, cumlaude dan summa cumlaude, terbaik dari yang terbaik baik di kehidupan dunia ataupun akhirat,” tandasnya.

Sebagai informasi dalam periode ini terdapat 46 wisudawan dari Ilmu Komunikasi yang berhasil menyematkan gelar sarjana, 11 dari IPC dan 35 dari regular.

12 IPC Students Join the International Conference ‘Current Development and Prospect of Cooperation Between Indonesia and Russia’

Several International Program Communications (IPC) UII students had the opportunity to join the international conference ‘Current Development and Prospect of Cooperation Between Indonesia and Russia’ on 18 November 2024 in Yogyakarta.

Nahdhatul Ulama University (UNU) Yogyakarta organized the international conference in collaboration with Moscow State Institute of International Relations (MGIMO University).

The academic forum, which was attended by students and lecturers from various universities and practitioners, discussed strategic issues ranging from education, and business, to international cooperation opportunities.

Technically, the participants were divided into groups consisting of various universities. Each group will discuss and create ideas and solutions in response to the most beneficial cooperation potential for Indonesia and Russia.

Quoting from the official website of UNU Yogyakarta, academics from MGIMO University include Dr Nikita Kuklin, Dr Alena Dolgova, and Dr. Kira Tabunova. In general, the material presented was opportunities for cooperation, both in terms of academics related to scholarships in Russia and how to negotiate and communicate with people from various cultural backgrounds.

Ideas Delivered by IPC Students in International Forums

There were 12 IPC students who participated in the forum, one of the participants, Berliana Hafinda, shared her experience at the academic forum.

She got a topic related to logistics, with a team of 7 students from various campuses. In general, logistics is a process that involves planning, implementing, and controlling the flow of goods and information from the point of origin to the point of consumption.

“From the discussion we have done, the urgency of cooperation between Russia and Indonesia in the logistics industry is from the vast opportunities in Indonesia due to the natural conditions and the shape of the archipelago,” Berliana said.

“In addition, why choose Russia, because they have experience in this field. For example, there is GTLogistics as a company that focuses on this field which has advanced technology as well,” she added.

Humaira Lathifah, IPC Batch 2023 explained that the academic forum has relevance to the study of Communication Science, especially about intercultural communication.

“The most prominent thing is intercultural communication. We as participants get to know the cultures that exist in Russia. how is the cultural background and also the cultural differences with us as people who come from Indonesia,” said Humaira.

Regarding the topic at the international conference, the curriculum she studied was able to answer various challenges, ranging from communication strategies to critical thinking.

“As well as the PESTEL and SWOT analysis tasks, these are relevant to the development of corporate communication strategies when looking to enter new markets, as well as some public relations principles. strengthening communication soft skills is also included. public speaking, persuasion, critical thinking are very influential. which is the core of communication skills,” she said.

List of participants:

  1. Clorentia Sherly (Batch 2021)
  2. Berliana Hafinda AS (Batch 2021)
  3. Alifia Syauqillah Arrahman (Batch 2023)
  4. Fabio Danendra (Batch 2023)
  5. Cleodora Faustina (Batch 2023)
  6. Amelia Putri (Batch 2023)
  7. Humaira Lathifah (Batch 2023)
  8. Muhammad Fathurrahman Prima Sakti (Batch 2023)
  9. Muhammad Atha Damario (Batch 22)
  10. Spica Fijriyani S (Batch 22)
  11. Ahmad Jamaludin NurFahmi (Batch 22)
  12. Musdalifah (Batch 22)
  13. Muhammad Aranbagus (Batch 22)

All participants took turns presenting their ideas, in general they mentioned cooperation opportunities to the most profitable industries that could be collaborated between Indonesia and Russia.

Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik

Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik yang dikelola Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) meraih akreditasi Sinta 4.

Berdasarkan Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 177/E/KPT/2024 pada 15 Oktober 2024, Jurnal Mahasiswa Cantrik dengan EISSN 28072499 meraih “Akreditasi Baru Peringkat 4 mulai Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021 sampai Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026”.

Melalui proses panjang, Puji Rianto, S.IP., M.A, selaku Editor in Chief menyebutkan proses dan usaha yang dilakukan untuk mencapai titik ini. Demi melancarkan proses akreditasi, usaha yang dilakukan salah satunya melaksanakan workshop untuk para pengelola jurnal.

“Ikhtiar pertama yang terpenting adalah mempelajari dengan sebaik mungkin syarat akreditasi jurnal. Untuk itu, kami melakukan serangkaian workshop untuk memahami dengan baik syarat dan proses akreditasi agar sesuai standar akreditasi Sinta,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam proses peningkatan akreditasi dua hal yang tak boleh luput adalah manajemen dan substansi. Artikel diseleksi secara ketat agar reputasi jurnal tetap terjaga.

“Pada dasarnya, akreditasi mencakup dua hal, manajemen dan substansi. Untuk manajemen, kami pastikan bahwa artikel diproses dengan baik sesuai standar. Artikel yang publish pasti melalui double blind review dan revisi. Tata letak juga kami perbaiki agar tampilannya lebih bagus. Dari sisi substansi, kami jaga melalui proses di editor. Mereka memastiksn bahwa artikel telah ditulis sesuai dengan standar penulisan ilmiah,” tambahnya.

Cakupan dan Kualitas Artikel

Fokus isu pada Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik meliputi Kajian Media, Komunikasi Massa dan Jurnalisme, Public Relation dan Komunikasi Strategis, dan Media Kreatif. Jurnal ini secara konsisten terbit dua kali dalam satu tahun yakni bulan Mei dan November.

Jika sebelumnya jurnal ini menjadi wadah publikasi riset yang dilakukan mahasiswa, setelah naik tingkat ke Sinta 4 harapannya artikel yang diterbitkan semakin berkualitas dan cakupannya lebih luas.

“Sebelum akreditasi, artikel yang masuk terbatas sehingga pilihannya juga terbatas. Setelah terakreditasi, kami berharap artikel yang masuk semakin banyak sehingga pilihannya juga semakin variatif. Secara otomatis, kualitas artikel seharusnya semakin meningkat,” ujar Puji Rianto, S.IP., M.A.

Sebagai informasi Sinta merupakan Science and Technology Index, merupakan laman atau database yang dikelola Kemendikbud Ristek yang menyajikan jurnal nasional terakreditasi.

Sementara, pada tingkatan jurnal Sinta mencakup 6 tingkatan. Mulai yang tertinggi Sinta 1, Sinta 2, Sinta 3, Sinta 4, Sinta 5, dan Sinta 6.

Menerbitkan artikel ke jurnal bereputasi sangat penting bagi mahasiswa maupun dosen, salah satunya untuk berbagai prasyarat kelulusan hingga berpengaruh terhadap angka kredit pengajuan jabatan fungsional.

Terkait cara menerbitkan artikel ke jurnal berpeutasi dapat membaca tips dan trik pada laman berikut ini: https://communication.uii.ac.id/bagaimana-cara-mempublikasikan-tugas-akhir-di-jurnal-bereputasi/

Laman resmi jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik:

https://journal.uii.ac.id/cantrik

Pagar api jurnalisme

Idealnya kegiatan jurnalistik harus terpisah dengan persoalan bisnis. Peran jurnalis menjadi menjadi faktor terbesar dalam sebuah produk jurnlistik yang disampaikan kepada publik. Sayangnya, pagar api jurnalistik (firewall) telah runtuh dari dalam.

Catatan dari Nanang Krisdinanto, dosen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dalam bukunya yang berjudul Runtuh dari Dalam, Serangan Komersialisasi terhadap Pagar Api jurnalistik di Indonesia menjadi topik diskusi yang dihelat oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UII bersama Sekolah Jurnalisme SK Trimurti, dan AJI Yogyakarta pada 4 November 2024 di UII.

Prof. Masduki, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII membuka diskusi dengan melontarkan pernyataan terkait bagaimana jurnalis bekerja dalam memproduksi berita.

“Harus free from economy interest, bebas dari persoalan bisnis. Dilema di antara profesional jurnalis, pimred, editor,” ujarnya.

“Jurnalis itu manusia biasa yang dipengaruhi banyak faktor di dalam dia bekerja (status kerja, gaji yang diterima, struktur lingkungan redaksi) mempengaruhi sebuah berita yang dia tulis.” Tambahnya lagi.

Pagar Api yang telah Runtuh

Nanang Krisdinanto sebagai penulis memaparkan hasil penemuannya bahwa ruang lingkup jurnalistik tak memiliki batasan konkret akibat kondisi ekonomi dan politik.

“Apa yang saya cemaskan sampai hari ini tidak menunjukkan gejala menurun tapi semakin meningkat eskalasinya. Sehingga pada akhir buku ini kesimpulannya adalah, bisnis media itu memang hidup di Indonesia tapi yang saya khawatirkan jurnalismenya mungkin sudah mati atau bahkan terancam mati,” ungkapnya.

“Garis pagar api antara redaksi dan bisnis sudah tidak dihormati lagi,” tambahnya.

Praktik-praktik penerabasan pagar api sebenarnya telah terjadi sejak tahun 90an, namun hal ini semakin parah selama masa pandemi Covid-19, semua bisnis semakin sulit termasuk pendapatan media dan iklan. Kondisi tersebut berakibat pada berita yang dihasilkan oleh jurnalis. Melalui berbagai proses di ruang redaksi yang sedemikian dimanipulative karena berbagai kepentingan (iklan).

“Itu tidak hanya disumbang dari kekuatan besar di luar (ekonomi dan politik) tapi juga dari dalam dari para jurnalis itu sendiri yang mengalami perubahan signifikan dalam cara mereka memandang jurnalisme,” jelasnya.

Temuan tersebut diamini oleh Nugroho Nurcahyo, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Jogja yang turut menjadi pembicara. Bergelut dengan industri media lokal, ia mengungkap bobroknya ruang redaksi yang telah kaburnya batasan berita dan advertorial.

“Omong kosong kalau orang bilang 80 persen media itu hidup dari iklan. Dan yang dibayangkan iklan display misal satu iklan satu halaman itu hampir tidak mungkin dilakukan. Dari perusahaan media komunikasi yang meminta untuk advertorial itu pagar apinya mungkin konten promosi, ada juga yang dikode adv itu enggak cukup bagi mereka,” jelasnya.

“Mereka inginnya ini menjadi konten berita yang belakangan hari disebut brand content. Sialnya kalau di daerah, media belum dipercaya oleh privat sector mereka masih pakai konsultan media di Jakarta dan placementnya di media-media nasional dan banyak media nasional sudah berekspansi di sini mencari ekosistem bisnis yang lebih visible dalam tanda kutip bisa membayar SDM lebih rendah dengan kualitas yang sama di ibu kota,” tandasnya.

Fakta-fakta yang dikemukakan oleh Nugroho Nurcahyo menegaskan bahwa selain runtuhnya pagar api dari dalam, juga persaingan bisnis media tidak imbang antara media lokal dan nasional.

Buku yang diterbitkan Marjin Kiri tersebut membahas detail bagaimana pagar api jurnalistik sebagai salah satu filosofi dasar jurnalisme atau sekat yang membatasi redaksi dan bisnis demi menjaga independensi atau objektivitas praktik jurnalisme tengah diruntuhkan secara terang-terangan oleh desakan komersialisasi dalam industri media massa.

Pengabdian Dosen Ilmu Komunikasi UII: Bagaimana Cara Membuat Konten di Media Sosial yang Menarik dan Viral?

Dua dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII yakni Ratna Permata Sari, S.I.Kom., M.A, dan Nadia Wasta Utami, S.I.Kom., M.A melakukan pengabdian masyarakat di TBM Gubug Pintar, Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta pada 26 Oktober 2024.

Menggandeng LSM Erat Indonesia, kedua dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII fokus terhadap pelatihan manajemen dan pembuatan konten di media sosial.

Sebagai informasi, Erat Indonesia merupakan LSM yang bergerak pada perlindungan, advokasi, dan treatment lansia. Diinisiasi sejak tahun 2020, Erat Indonesia masih terfokus di daerah Wonosari dan Bantul karena kapasitas SDM yang masih terbatas. Tercatat volunteer yang tergabung sekitar 20 hingga 30.

Artinya, perlu banyak SDM khususnya kaum muda dalam mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut. untuk menyelsaikan persoalan tersebut perlu dilakukan kampanye sosial di media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lansia.

Sehingga Prodi Ilmu Komunikasi UII berusaha mengurai permasalahan dengan tawaran memberi pelatihan kepada Erat Indonesia terkait manajemen dan pembuatan konten di media sosial.

Manajemen Media Sosial

Pelatihan pertama diawali oleh materi dari Nadia Wasta Utami yakni Manajemen Media Sosial. Sebagai dosen praktisi pemasaran, beliau menyampaikan bagaimana cara membuat perencanaan dan pengelolaan media sosial.

“Saya memberi pengantar terkait media yang diperlukan dalam pemasaran juga terkait dengan manajemen sosial medianya,” ujarnya.

Pengabdian

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII, Nadia Wasta Utami, S.I.Kom., M.A

“Kemarin itu seperti training for trainer untuk para pengurus Erat Indonesia, karena pengelolanya banyak dari mahasiswa salah satunya salah satunya dari UGK, beberapa ibu-ibu volunteer dari Erat Indonesianya juga hadir. Yang menarik tempat acaranya di TBM Gubuk Pintar di Semanu Gunung Kidul. YTBM ini punya pengelola dan volunteer mereka juga turut hadir sehingga pesertanya sangat beragam dari mahasiswa, pengelola Erat Indonesia dan Pengelola,” tambahnya.

Sebagai praktisi pemasan media sosial di UII, beliau menekankan bahwa dalam pemasaran khususnya di media sosial value menjadi komponen penting yang harus ditampilkan di media sosial. Sehingga memberikan pemahaman terkait value dari Erat Indonesia adalah concern utama.

“Namanya pemasaran sosialisasi dengan value itu macam-macam medianya salah satunya sosial media. Dan sekarang semuanya sudah menggunakan sosial media maka kita perlu tau bagaimana cara mengelola sosial media dengan baik dan mebuat konten yang menarik.” Tandasnya.

Pelatihan Pembuatan Konten

Usai pemaparan materi pertama, dilanjutkan dengan dengan pelatihan dari Ratna Permata Sari, S.I.Kom., M.A yakni Pelatihan Pembuatan Konten Menggunakan Smartphone.

“Jangan cuma jadi konsumen atau pengguna (media sosial) tapi juga menjadi produsen (kreator konten),” ujarnya membuka diskusi.

Pengabdian

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII, Ratna Permata Sari, S.I.Kom., M.A

Beliau memberi contoh cara membuat konten sederhana, dan yang terpenting bagaimana konten tersebut dijangkau oleh banyak pihak hingga viral.

“Bikin foto dikasih lagu (sedang viral) saja,” tambahnya.

Dinamika dan regulasi media sosial sangat cepat dan tidak terduga, sehingga pengguna perlu beradaptasi dengan cepat. Jika beberapa bulan sebelumnya konten kreator fokus mencari banyak pengikut, tren terkini justru berbeda.

“Jadi kalau dulu orang itu berbondong-bondong ingin mendapat banyak follower biar enggagement tinggi tapi kenyataan saat ini untuk dapat itu lebih kepada mengikuti algoritma untuk bisa viral,” ungkapnya.

Karena viral tidak mampu dipresdiksi, sebagai penutup, beliau memberikan tips agar konten yang diproduksi bisa menjangkau banyak pihak.

“Mengikuti algoritma, biasanya dengan kaitan lagu yang sedang populer. Kedua mengikuti isu. Sebenarnya FYP dan viral bisa dapat dikatakan lebih ketika untung-untungan kembali karakteristik akun masing-masing. Tiap orang punya masing-masing kekuatan karakter konten apa. Sehingga viral dan tidak viral hanya dampak.” Pungkasnya.