Posts

Reading Time: 2 minutes

Mulai Rabu, 31 Juli 2019 hingga sembilan hari ke depan, International Program (IP) Prodi Ilmu Komunikasi memberangkatkan 13 Mahasiswa, dosen, dan staf untuk melakukan lawatan disertai proyek Travel Writing di lokasi-lokasi penting di Vietnam, Kamboja, dan Thailand. Proyek Travel Writing ini adalah bagian dari program rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Program lawatan negara-negara Asean, yang sering dikenal Passage To Asean (P2A), ini adalah kali kedua yang dilaksanakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi FPSB UII sejak 2018. Kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan study banding ke tiga kampus di Asia Tenggara: University of Economics and Law (Vietnam), Svay Rieng University (SRU) Cambodia, Thammasat University (Thailand).

Mahasiswa-mahasiswa IP Prodi Komunikasi UII akan menjalani perjalanan ke beberapa lokasi dan mengasah kejelian dan kepekaan mereka menangkap realitas sosial di sana. Menurut Ida Nuraini Dewi K. N, Sekretaris Program Studi, International Program (IP) Prodi Ilmu Komunikasi UII, selain menangkap realitas sosial, mahasiswa komunikasi diharapkan juga bisa menelisik, menganalisis, membandingkan, dan merekam sejarah, keragaman budaya, religiusitas, dan aspek sosial lain yang nampak di balik lokasi-lokasi yang dikunjungi. Ida menambahkan, “yang paling penting, mahasiswa partisipan P2A Prodi Komunikasi UII akan belajar tentang character building, terutama soal problem solving, decision making, dan teamwork.”

Mahasiswa IP di sana akan didampingi oleh Herman Felani Tanjung, MA, Dosen Komunikasi UII spesialis Kajian Film dan Budaya, dan Yudi Winarto dan Marjito Iskandar T. G. sebagai pendamping profesional dari Laboratorium Fotografi dan Audio Visual Komunikasi UII. Mereka juga akan melakukan kunjungan perbandingan di kampus-kampus tersebut di atas. Harapannya, mahasiswa IP Komunikasi UII selain menerapkan ilmunya selama ini di kelas akan ada perspektif baru yang muncul dari perjalanan-perjalanan yang dilakukan ini.

P2A pada prinsipnya memiliki semangat memberikan peluang dan kesempatan mahasiswa, dosen, dan staf Prodi Ilmu Komunikasi UII melakukan studi dan dan perbandingan global dan internasional. Proses-proses yang dilalui di P2A ini memungkinkan munculnya perspektif baru yang berwawasan masa depan. Tidak hanya itu, sivitas akademika Ilmu Komunikasi UII pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya seperti skill analisis sosial, jurnalisme, reportase, penulisan, fotografi, dan brainstorming ide-ide kreatif dalam satu paket karya.

Tahun sebelumnya, Tim P2A Prodi Ilmu Komunikasi UII mengemas P2A dengan konsep Workshop dan Kompetisi Fotografi berjudul “P2A 2018 – Workshop and Photography Competition: Humanature”, ke pelbagai destinasi di Indonesia Malaysia, dan Thailand. Mahasiswa tiga kampus di tiga negara itu berkolaborasi, berkompetisi, dan mengasah keterampilan fotografi di lokasi-lokasi wisata itu. Mereka juga menangkap hal-hal ikonik, unik, dan menarik menjadi sebuah karya foto yang estetik dan bermakna. Pada akhirnya, P2A saat itu memberikan penghargaan pada mahasiswa-mahasiswa yang punya karya foto terbaik atas kerjasama Nikon Malaysia, P2A, UII, dan Universiti Utara Malaysia (UUM).

 

Foto: Annisa Putri Jiany

Reading Time: 2 minutes

Semua staf Prodi Komunikasi pagi itu di bergegas, dan juga bersemangat. Pasalnya, mereka akan mendapat ilmu baru untuk memperbarui perwajahan dan perawatan website Komunikasi UII menjelang Re-Akreditasi Prodi Ilmu Komunikasi UII tahun ini. Kabarnya, semua website unit dna prodi di UII kini telah menggunakan sistem pengelolaan konten yang baru dan lebih cepat dan mudah aksesnya dari segi tampilan. Ada dua pemateri kunci dari Webmaster Humas UII yang akan hadir menemani semua staf seharian itu. Mereka adalah Rizka Ariyanto dan Risky Falahiyah.

Rizka Ariyanto kali itu hadir di depan para peserta Pelatihan Website Komunikasi UII. Pria tinggi besar itu sibuk mengotak-atik perangkat laptopnya sambil menunjukkan cara mengoperasikan dashboard website Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII). Rekan Rizka, Risky Falahiyah, juga tak lupa memberikan tips dan trik dalam pengoperasian laman admin website Komunikasi UII ini. “Ini jangan lupa diisi bagian Yoast-nya ya, karena ini mesin untuk membantu pencarian indexing dan crawling google,” katanya di sela pelatihan Website Prodi Ilmu Komunikasi UII. SEO atau Search Engine Optimizer memungkinkan website dan laman yang diunggah terlacak dengan cepat oleh mesin pencari Google.

Sembari menjelaskan, beberapa peserta mulai mengajukan pertanyaan secara interaktif. Misalnya Zarkoni bertanya soal apa kelebihan membuat konten dengan CMS wordpress. Pambudi, salah satu peserta, juga bertanya bagaimana mengoptimalkan website dengan Yoast SEO. Sembari Risky menjelaskan, rekannya, Rizka mendampingi peserta yang lain yang belum memahami cara mengunggah konten dengan CMS baru. Sebelumnya, Prodi Ilmu Komunikasi masih menggunakan Content Management System (CMS) Joomla, belum menggunakan WordPress sebagai basis pengelolaan laman situsnya.

Pada kesempatan Selasa 5 Maret 2019 itu, Risky dan Rizka hadir sebagai pemateri Pelatihan Website Program Studi Ilmu Komunikasi FPSB UII di Ruang Rapat Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh staf Prodi Komunikasi. Meski peserta sesekali mengerutkan dahi dengan istilah-istilah teknologi informasi (TI), tetapi dengan teknik penyampaian dan bahasa yang bernas dan mudah, membuat peserta kemudian mengangguk paham. Apalagi pelatihan juga “memaksa” peserta praktik langsung dengan laptop masing-masing.

Tak hanya melatih produksi dan unggah konten, tim websupport dari Humas UII ini juga mengenalkan praktik baru dalam manajemen pengelolaan website di UII. Praktik ini mengajak tim website di level prodi untuk juga melakukan perawatan rutin. “Web UII kan banyak kunjungannya, nah web yang banyak pengunjung itu rentan diretas. Solusinya cuma satu ya melakukan perawatan dan menyiapkan cadangan data (backup) sebagai antisipasi serangan hacker,” kata Ratna Permatasari Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII yang juga Direktur Humas UII.

Tip dan trik dasar paling sederhana yang ditularkan Rizka sebenarnya sederhana. “Paling mudah antisipasi web diretas ya perbarui plugin-plugin yang disediakan wordpress dan juga perbarui kata kunci (password) kita serutin mungkin. Tapi ya tidak harus tiap hari juga ya,” katanya sembari tertawa.

Pelatihan ditutup dengan sebuah petuah wajib buat webmaster situs di manapun: rajin-rajin backup data dan cek status web ya, tambah Rizka.