Posts

Reading Time: 2 minutes

Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia mengadakan:

Ngaji Komunikasi “Fenomenologi Hikmah Pandemi Covid-19”

Pada Rabu, 4 November 2020 jam 13.00-14.45 WIB Via Zoom Meeting  (http://bit.ly/PengajianIlkom)

Bersama Prof Dr Deddy Mulyana MA dan Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, M.P.I, MA

***************************************************************************************************

Bagi Muslim, setiap kondisi yang dihadapi, baik baginya. Syukur dan sabar selalu menjadi sikap hidup positifnya. Termasuk dalam menghadapi musibah. Selalu ada hikmah dari setiap musibah yang ditakdirkan Allah Ta’ala terjadi di muka bumi. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda :

 

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

 

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).

 

Musibah menjadi ujian untuk orang-orang beriman agar tetap berada dalam kesabaran, tidak putus asa dari rahmat Allah dan tetap konsisten dalam beragama, termasuk menjadi semakin taat dan takut kepada Allah Ta’ala, sebagaimana firmanNya :

 

وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا

 

Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (QS. Al-Israa: 59)

 

Menarik untuk mengkaji bagaimana hikmah Covid-19 dari sisi Fenomenologi komunikasi. Fenomenologi Komunikasi mengamati gejala sosial yang muncul dari setiap proses komunikasi yang terjadi di tengah masyarakat. Termasuk mempelajari suatu fenomena dengan cara dan keunikan dari sisi orang-orang yang diamati. Bagaimana fenomenologi pengalaman orang-orang yang menghadapi kondisi terpapar Covid-19, mengatasi situasi ketakutan, mengelola optimisme untuk sembuh dan bangkit, hingga fenomenologi kematian karena Covid-19 ?

 

Prof Dr.Deddy Mulyana, MA sebagai guru besar komunikasi yang banyak melakukan penelitian Komunikasi Antarbudaya dan Komunikasi Kesehatan dengan perspektif Fenomenologi InsyaAllah akan berbagi hasil refleksi dan penelitian terbaru terkait Covid-19.

 

Dari perspektif Islam, penting untuk dikaji bagaimana Islam memandang musibah, apa hikmah yang bisa didapatkan dari musibah, bagaimana sikap yang tepat menghadapi musibah, bagaimana Pandemi Covid-19 bisa dijadikan sebagai momentum yang tepat untuk muhasabah (introspeksi diri), zikrul maut (mengingat kematian) dan muraqabah (merasa dekat dan diawasi  Allah Ta’ala).

 

Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, M.P.I, MA diharapkan dapat memberikan pencerahan dan taushiyah tentang hikmah Covid-19 dalam perspektif Islam.

***************************************************************************************************

Berikut Dokumentasi

Reading Time: < 1 minute

Kali ini kami akan terus mengunggah artikel opini Dosen Komunikasi UII yang dimuat media massa. Upaya ini adalah bagian dari pengelolaan pengetahuan (knowledge management) di dalam internal Program Studi Ilmu Komunikasi UII. Harapannya, diskursus soal media dan komunikasi ini berlanjut menjadi sebuah pengetahuan baru atau minimal mewujud dokumentasi pengetahuan yang kini terserak.

Berikut ini adalah #kliping Opini Dosen Komunikasi UII. Kali ini kami memuat opini Dr. Rer. Soc. Masduki tentang Negara dan Pers. Tulisan ini telah dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat, sebuah surat kabar lokal di DIY. Ini dimuat pada Rabu Pahing, 15 Juli 2020. Masduki membahas tentang pro dan kontra di Indonesia soal gagasan subsidi untuk media massa di Indonesia pada masa pandemi. Perlu diketahui, pandemi di Indonesia membuat beberapa perusahaan pers di Indonesia mengalami defisit. Ini bisa ditandai dari beberapa media di Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja di masa Maret-Juli 2020.

Selamat Membaca.

Terima Kasih atas Foto oleh Darmanto BPSDMP DIY

 

Reading Time: 2 minutes

Pandemi Covid-19 yang merebak di seluruh penjuru dunia tidak hanya mengakibatkan jatuhnya korban jiwa secara massif, tapi juga melumpuhkan sendi-sendi perekonomian. Kelompok ekonomi yang paling rentan terhadap dampak pandemi Covid-19 adalah pelaku usaha kecil menengah (UMKM). Arahan untuk melakukan jaga jarak menuntut UMKM untuk beralih ke kanal digital.

Merespons hal tersebut, pada 21 April 2020, bertepatan dengan Hari Kartini, Universitas Islam Indonesia (UII) resmi meluncurkan portal warungrakyat.uii.ac.id yang disediakan sebagai ‘tempat mangkal daring pelaku ekonomi kerakyatan’. Momentum peringatan Hari Kartini menjadi langkah awal Warung Rakyat untuk menghadirkan ‘cahaya di tengah gulita’ sebagaimana semangat Kartini. Portal warungrakyat.uii.ac.id merupakan salah satu ikhtiar UII untuk membantu warga, terutama UMKM, yang terdampak.

Portal Warung Rakyat ini menyediakan informasi yang dapat memudahkan calon pembeli dan penjual mencari komoditas yang dibutuhkan. Di samping memuat nama usaha, portal ini juga dilengkapi dengan informasi yang cukup detail terkait dengan ragam produk, alamat, kontak penjual, mekanisme pembayaran, dan pengiriman.

Berbeda dari beberapa portal yang sejenis, warungrakyat.uii.ac.id lebih berperan sebagai mediator dan tidak mengambil keuntungan apapun dari proses transaksi yang terjadi. Meskipun demikian, pengelola portal tetap melakukan proses kurasi untuk memastikan validitas dari UMKM yang bergabung. Mekanisme ini penting dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi malpraktik usaha yang merugikan konsumen.

 

Melalui portal ini, pelaku UMKM dapat memberikan informasi kepada calon pembelinya secara daring. Secara teknis, para pelaku UMKM dapat langsung mengunjungi portal warungrakyat.uii.ac.id dan melakukan registrasi serta melakukan identifikasi jenis produk yang ditawarkan. Ada 10 kategori produk yang tersedia di Warung Rakyat meliputi kategori makanan, alat kesehatan, minuman, jasa fotokopi, kerajinan, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan, sembako, petshop, dan penyedia jasa lain. Kategori ini dapat bertambah sejalan dengan waktu.

Sampai saat ini, sepekan sejak portal ini diluncurkan, sudah ada 260 UMKM yang bergabung. Jumlah UMKM yang bergabung kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan pandemi Covid-19 yang belum bisa dikendalikan.

Kehadiran portal bisa menjadi solusi karena selain mudah diakses, juga menjangkau secara nasional. Ke depan portal ini juga akan dilengkapi dengan fitur-fitur lain yang tidak sekedar informasi produk melainkan juga akan dilengkapi dengan berita, galeri foto, profil UMKM, rubrik artikel atau opini, testimoni dan warung rakyat pedia yang berisi glosarium atau penjelasan tentang istilah-istilah dalam UMKM.

Fitur-fitur tersebut diharapkan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung portal, selain melakukan kegiatan transaksi belanja, yakni memperoleh informasi lain yang dapat menguatkan literasi publik. Tidak menutup kemungkinan portal ini akan tetap berlanjut bakda pandemi Covid-19. UII percaya portal ini dapat menjadi solusi alternatif jangka pendek sekaligus jangka panjang ketika pelbagai aktivitas manusia dilakukan secara daring.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Warung Rakyat (@warungrakyat.uii) on