Setelah lebih dari satu tahun wafatnya Bang Amir Effendi Siregar, dan juga bersamaan dengan telah diraihnya Akreditasi A Prodi Komunikasi UII, keluarga Prodi Komunikasi UII melakukan takziah dan tabur bunga di makam Amir Effendi Siregar. Bang Amir, panggilan akrab Amir Effendi Siregar. adalah satu tokoh pendiri Komunikasi UII. Kegiatan tabur bunga yang diadakan pada 2 Agustus 2019, ini diikuti oleh staf program studi, kru Uniicoms TV, Dosen, dan Staf Pusat Studi dan Dokumentasi Media Alternatif (PSDMA) NADIM Komunikasi UII.

Melalui perjalanan dari kompleks Universitas Islam Indonesia (UII) ke arah barat, sampailah seluruh warga akademik Komunikasi UII ke tempat peristirahatan terakhir Bang Amir di TPU Pemakaman Umum Pemda Sleman. Prosesi dimulai dengan setiap hadirin menaburkan bunga ke atas makam Bang Amir. Setelah itu, doa bersama dilakukan dengan dipimpin Anang Hermawan, salah satu dosen di angkatan pertama Prodi ini.

“Bang amir itu dulu tokoh salah satu pendiri Prodi Ilmu Komunikasi dan yang menekankan prodi ini harus ada di UII,” kata Anang Hermawan. Ia juga mengabarkan dan mengucapkan syukur di pusara Bang Amir bahwa perjuangan Bang Amir kini telah, setidaknya, berbuah salah satunya dengan diraihnya akreditasi A kembali.

“Pak Anang berkaca-kaca, ia ingat perjuangannya dan kita semua membangun visi Prodi ini,” kata Puji Hariyanti, Ketua Prodi Komunikasi UII saat ini. Menurut Anang, seluruh warga akademik Komunikasi UII harus menghargai perjuangan para pendiri, para guru yang mendahului kita, refleksi, dan meneruskan cita-cita Bang Amir.

Bang Amir merupakan sosok yang memperjuangkan Prodi Komunikasi UII di era 2004 yang juga sangat berpengaruh bagi berdirinya prodi ini. Ia juga yang menegaskan dan mengonsep Prodi Komunikasi UII memiliki konsentrasi studi Manajemen Media, satu-satunya di Indonesia, saat itu. Bang Amir merintisnya bersama Anang Hermawan, Masduki, dan beberapa dosen di angkatan pertama saat itu. Jatuh bangun, pontang panting berjejaring, bahkan bisa sampai Prodi ini jadi seperti rumah kedua, “Dulu kita sampai bikin laporan dan kegiatan mahasiswa, itu sampai menginap, sampai begitu perjuangannya,” kata Topari, salah satu staf Program Studi saat itu, yang kini telah berkarir menjadi guru di sekolah negeri di Gunung Kidul.

“Kami berharap kami bisa meneruskan cita-cita beliau. Dalam rangka mengenang para pendiri kita, kemarin sudah akreditasi juga, kami pikir perlu mengenang para pendiri kita,” kata Anang di sela-sela tabur bunga.