Tak jarang mahasiswa akan mengalami kesulitan jika mencari referensi yang berbicara tentang Manajemen Public Relation. Biasanya, mahasiswa harus merujuk referensi-referensi tentang manajemen, lalu seturut kemudian buku-buku soal public relation. Belum banyak buku rujukan atau buku ajar yang dalam satu paket berbicara soal manajemen di satu sisi, dan publik relation di sisi yang lain.

Mutia Dewi, Dosen pengampu bidang keahlian komunikasi strategis, telah menyelesaikan menyelesaikan buku ajar yang dapat dijadikan rujukan untuk mengisi minimnya referensi itu. Mulai 2019, buku itu tersedia dan dapat dikonsumsi publik. Buku ajar yang diberi tajuk Manajemen Public Relation ini tak hanya bicara soal public relation an sich melainkan juga menukik dalam berkisah tentang sejarah PR, kaitannya dengan manajemen, media relation, community relation, hingga bagaimana praktik-praktik hubungan masyarakat dengan instansi negara dan konsumen.

Seperti dalam pengantar bukunya, Mutia Dewi menulis bahwa manajemen tidak bisa dilepaskan dengan apa yang disebut PR dan komunikasi. Salah satu penopang, jika tidak mau disebut yang utama, dalam manajemen adalah pengelolaan public relation yang berdasar pada pemahaman utuh tentang konsep public relation. PR di sini dituntut menjadi pintu depan organisasi baik itu instansi pemerintah, perusahaan swasta, komunitas, bahkan media sekalipun yang bahkan tak luput dari relasi dengan publik. Jadi, dalam konteks ini, buku ini akan banyak membahas komunikasi manajerial, komunikasi dalam lingkup manajemen dan public relation.

Tak hanya itu, meski ada pembahasan soal sejarah PR, ia bukan melulu buku sejarah. Anda sebagai pembaca, utamanya pembaca pemula, akan sangat terbantu untuk memahami konsep PR dari mulanya. Anda akan diajak menyelami perjalanan PR dari waktu ke waktu, bagaimana mulanya kemunculan PR, siapa pendirinya, untuk apa dan mengapa PR hadir dalam setiap aktivitas manajerial organisasi. Mutia Dewi, yang telah lama juga mendalami kajian PR dan Komunikasi Strategis, ini menyuguhkan pada anda pula ruang lingkup kerja-kerja PR dan bagaimana proses kinerjanya jika anda pada akhirnya nanti menggeluti dunia PR, di manapun.

Maka tak berlebihan agaknya jika buku ini disebut sebagai rujukan komprehensif untuk buku ajar soal manajemen public relation yang sulit ditemukan. Komprehensifitasnya buku ini diharapkan akan menambah luas wawasan dan cakrawala mahasiswa di Prodi Ilmu Komunikasi UII. Akhirnya, menutup tulisan ini, tampaknya patut ditegaskan pesan buku ini seperti apa yang diharapkan oleh penulisnya, “Semoga dengan hadirnya buku ini, akan menambah wawasan mahasiswa PR dalam melihat dan menemukan dinamika yang menarik dalam ruang lingkup pekerjaan PR. Semoga.”