Mahasiswa Ilmu Komunikasi UII Lolos Program Pengabdian Internasional di Malaysia
Peran mahasiswa sebagai agent of change ditunjukkan oleh Muhammad Alfarezi Fadilah dalam keikutsertaannya pada program pengabdian tingkat internasional. Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UII tersebut lolos dalam penjaringan yang dilakukan oleh Indonesian Youth Action beberapa waktu lalu. Pengabdian berlangsung pada 10 hingga 14 Juni 2026 di Malaysia dan Singapura.
Indonesian Youth Action merupakan lembaga yang bergerak di bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi pemuda dan berfokus pada pembangunan keberlanjutan di dalam dan di luar negeri.
Alfarezi dalam wawancaranya menyebut kegiatan pemberdayaan yang ia lakukan berfokus pada bidang sosial dan edukasi. Saat di Malaysia, ia dan tim berkesempatan mengunjungi sekolah untuk anak Indonesia di Johor Bahru, yakni Sanggar Bimbingan Amin Sungai Besi Indah dan Action Youth Garage di Bandar Baru Bangi. Selain itu, ia dan tim juga mendampingi anak-anak berkeliling Singapura untuk memahami perbedaan budaya Malaysia dan Singapura.
“Di Johor Bahru, membantu pelaksanaan program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, berkolaborasi dengan peserta dari berbagai daerah, serta ikut menyusun dan menjalankan kegiatan yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,” ucapnya.
Keikutsertaannya dalam program ini dilatarbelakangi oleh keinginan dalam pengembangan diri serta peran dan kontribusi secara nyata kepada masyarakat dan anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia. “Untuk memperluas wawasan global, mengembangkan kemampuan diri, serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan anak sekolah yang ada di sana,” tambahnya.
Melalui kesempatan mobilitas internasional ini, Alfa berharap mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan adaptasi di lingkungan internasional.
Meski demikian, tak semua hal terasa mudah. Ada tantangan dalam proses adaptasi di tengah perbedaan budaya, bahasa serta cara berkomunikasi. Meski demikian, semua teratasi dengan bersikap terbuka, menghargai perbedaan, hingga berinisiatif tinggi dalam setiap kegiatan yang berlangsung.
“Pelajaran yang ingin saya bagikan kepada mahasiswa lain yang tertarik mengikuti program pengabdian internasional adalah jangan ragu untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba pengalaman baru. Program seperti ini bukan hanya tentang bepergian ke luar negeri, tetapi juga tentang belajar memahami perbedaan budaya, membangun jaringan pertemanan internasional, serta mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim,” ucap Alfa.
“Melalui program pengabdian internasional, kita dapat melihat berbagai perspektif baru dan menyadari bahwa kontribusi sekecil apa pun dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, persiapkan diri dengan baik, tingkatkan kemampuan beradaptasi, dan miliki semangat untuk belajar dari siapa saja. Pengalaman yang diperoleh akan menjadi bekal berharga bagi pengembangan diri, baik dalam dunia akademik maupun kehidupan profesional di masa depan,” tandasnya.




