Reading Time: 4 minutes

Tulisan Desa Wisata Tanjung Belajar Motret dan Nulis untuk Promosi Digital, ditulis Oleh Adam Haristian, Febi Trio Angara P., Pasha Syahritsa M., Muhammad Fathur S., Bagas Catur Pambudi (Mahasiswa Komunikasi UII, pelaksana program pemberdayaan)

Terhitung sudah lebih dari delapan belas tahun desa wisata Tanjung resmi dibentuk sebagai salah satu destinasi pariwisata pedesaan Yogyakarta. Seperti objek wisata lain pada umumnya, desa wisata Tanjung juga sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan. Munculnya internet menjadikan persaingan setiap objek wisata semakin terbuka lebar.

Hal ini akan menguntungkan bagi setiap pengurus desa wisata yang memanfaatkan dengan baik kehadiran internet sebagai kekuatan promosi, terlebih bagi destinasi wisata yang memang memiliki objek wisata alam yang eksotik. Desa wisata Tanjung memang sudah memiliki website dan media sosial Instagram. Namun belum dimaksimalkan dengan baik. 

Instagram sebagai media sosial paling populer saat ini seharusnya dapat dimaksimalkan sebagai sarana promosi yang efektif. Penampilan foto dan video sebagai salah satu fitur Instagram milik desa wisata Tanjung belum menampilkan unsur yang dapat menarik para wisatawan. Selain itu, website desa wisata Tanjung juga belum memuat informasi lengkap mengenai kondisi yang ada di desa tersebut. Keterangan unggah artikel terakhirnya pun sudah lama, yaitu tahun 2013.

Sejalan dengan dilaksanakannya mata kuliah Manajemen Program Komunikasi Non Komersil milik prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, maka dengan mempertimbangkan permasalahan yang muncul di desa wisata Tanjung, kami menjadikan tergerak untuk mengembangkan potensi desa wisata tersebut.

Tujuan utama dari program ini adalah membantu meningkatkan kualitas promosi desa wisata Tanjung dengan mengadakan pelatihan fotografi dan penulisan artikel. Pelatihan fotografi dengan menghadirkan pakar yang berkompeten dibidang foto diharapkan mampu membekali pengurus desa wisata Tanjung untuk meningkatkan kualitas foto di media sosial Instagram desa. Kemudian penulisan artikel dengan menghadirkan pakar juga diharapkan mampu meningkatkan keaktifan dan kualitas tulisan yang disuguhkan di website desa.

Program Pelatihan Fotografi dan Penulisan Artikel Desa Wisata Tanjung dilaksanakan selama empat hari. M ateri pertama adalah Materi Dasar mengenai Fotografi dan Pentingnya Pemanfaatan Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0. Materi ini dilaksakan pada Sabtu, 16 November 2019, pukul 08.00-12.00.

Penyampaian materi ini bertempat di rumah ibu Jarwati, salah satu pengurus aktif Desa Wisata Tanjung. Pertemuan diawali dengan perkenalan serta penjelasan maksud dan tujuan dilaksanakannya program acara ini. di mana mahasiswa Ilmu Komunikasi UII berusaha membantu mengaktifkan kembali aktifitas desa wisata tanjung terutama di bidang promosi. Kemudian pembahasan berlanjut pada penjelasan mengenai pentingnya penguasaan terhadap internet dan teknologi di era digital. Lalu yang terakhir diperkenalkan kepada pengurus desa wisata Tanjung mengenai materi dasar fotografi.

Materi selanjutnya pada Senin, 18 November 2019 adalah: Materi Lanjutan Fotografi Oleh Pakar.

Kegiatan pada hari kedua ini diisi oleh Marcelino Bima, salah satu mahasiswa UII yang telah berpengalaman di dunia fotografi. Ia merupakan fotografer Freelance yang telah beberapa kali mengikuti perlombaan foto. Pertemuan kali ini diawali dengan perkenalan pembicara kemudian masuk pada pemberian materi teknis mengenai fotografi.

Materi fotografinya pun dapat dibilang praktis karena memfokuskan pada penggunaan ponsel. Berhubung ponsel zaman sekarang sudah dilengkapi dengan kualitas kamera yang baik dan realitas bahwa banyak orang yang sudah memiliki ponsel maka materi yang diberikan cukup tepat dan dirasa bermanfaat. Setelah pemberian materi maka di akhir acara disertai juga dengan praktik singkat dan sesi pertanyaan.

Sesi Praktik Fotografi dilaksanakan pada Kamis, 21 November 2019. Masih bersama Marcelino Bima, kegiatan hari ketiga merupakan praktik fotografi sesuai dengan materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya.

Objek praktik fotografi yang digunakan adalah salah satu home stay desa Wisata Tanjung dan salah satu pendopo yang ada di sana. Selain berlatih fotografi, hasil praktik fotografi ini akan digunak

an sebagai bahan pembaharuan foto di media sosil Instagram desa.

Beranjak di hari selanjutnya, pada 28 November 2019, Bilal Prama, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UII, menyampaikan Materi dan Praktik Penulisan Artikel Website.

Bilal Prama juga berbagi pengalamannya melaksanakan program magang di Kominfo kabupaten Sleman. Bukan hanya dilatih mengenai cara menulis artikel yang baik, melainkan juga disertai bagaimana menemukan ide penulisan. 

Setelah pemaparan materi, pengurus desa wisata Tanjung dianjurkan untuk mempraktikan materi penulisan yang sudah mereka dapatkan. Para peserta dihadapkan dengan beberapa pilihan topik penulisan berkaitan dengan desa wisata Tanjung yang telah dipersiapkan oleh pemateri. Lalu peserta memilih dan disediakan waktu sekitar 20 menit untuk menulis. Hasil tulisan yang dibuat oleh para peserta akan diedit oleh pemateri mengenai tata cara penulisan dan kemudian akan digunakan sebagai bahan mengaktifkan kembali website desa wisata Tanjung.

Kegiatan hari keempat ditutup dengan pemberian plakat sebagai simbolis penutupan berbagai rangkaian acara dan kenang-kenangan dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UII. Kegiatan yang kami laksanakan di desa wisata Tanjung memang sederhana, namun apabila dimaksimalkan dengan baik akan meningkatkan kualitas desa wisata Tanjung terutama dalam hal promosi.

—————————-

Mulai Januari hingga Maret 2020, kami akan mengunggah tulisan seri
tentang manajemen komunikasi non komersil di bawah supervisi Puji Hariyanti, S.I.Kom, M.I.Kom.
Puji Hariyanti adalah dosen spesialis kajian klaster Komunikasi Pemberdayaan. Ia telah berkali-kali
mendapatkan hibah-hibah dan riset soal pemberdayaan. Berikut ini adalah tulisan-tulisan mahasiswa
Prodi Ilmu Komunikasi UII tahun angkatan 2017 ketika mengambil mata kuliah Manajemen Komunikasi Non Komersil. Tulisan diterbitkan dengan melewati proses bimbingan Puji Hariyanti dan tahap penyuntingan oleh A. Pambudi W.