Dapatkan Pengalaman Global Melalui Program Relawan Internasional

Reading Time: 2 minutes

Halo teman-teman IPC.

Kali ini kita akan membahas Program Relawan AIESEC di UGM.

Nah, tamu kita untuk Tea Time kali ini adalah Ardyaksa Pramudita. Dia adalah Local Head of Incoming Global Volunteer AIESEC di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tahukah Anda apa itu AIESEC? AIESEC adalah organisasi internasional untuk kaum muda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. Organisasi ini berfokus pada pengembangan kepemimpinan pemuda. Ia juga merupakan “duta besar” di luar negeri untuk melaksanakan proyek-proyek sosial. Tujuan AIESEC adalah memberdayakan kaum muda untuk perdamaian dan pemenuhan potensi umat manusia. Organisasi ini berdiri sejak 1946 dan hingga saat ini telah eksis di 185 negara dengan ribuan cabang.

Menurut Ardyaksa, AIESEC di UGM merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan di UGM. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini beraktivitas sejak 2013. “AIESEC melakukan beberapa kegiatan di UGM seperti mengurus program relawan di luar negeri dan juga di kota Yogyakarta, serta magang,” jelas Ardyaksa sebagai perwakilan AIESEC pada bincang-bincang Tea Time International Program Komunikasi UII pada Jumat (25/2/2021).

Proyek Global Volunteer yang dilakukan AIESEC adalah berupaya melaksanakan salah satu dari rencana negara-negara dunia yang dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs di setiap negara berbeda-beda fokusnya. Misalnya Vietnam mendukung pendidikan, maka siswa yang mendaftar untuk mengikuti Global Volunteer di Vietnam akan mengajar bahasa Inggris ke sekolah dasar atau taman kanak-kanak.

Melalui Live Instagram di akun ip.communication.uii, Ardyaksa menjelaskan bahwa Program Global Volunteer tidak dibatasi umur. Siapa saja boleh ikut. Namun sebagian besar program ini diikuti oleh pelajar. Alasannya karena banyak pelajar yang ingin merasakan pengalaman menjadi relawan di luar negeri.

Jenis-Jenis Program AIESEC

Program ini memiliki dua jenis proyek. Proyek outcoming dan proyek incoming. Proyek outgoing adalah mengirim relawan ke luar negeri. Sedangkan proyek incoming adalah membuat proyek yang dilaksanakan di Yogyakarta. Pada proyek incoming ke dalam negeri ini, orang-orang dari luar negeri datang ke dalam negeri untuk melihat proyek yang sedang AIESEC buat.

Proyek outgoing yang dilakukan sebelum pandemi dihadiri oleh 20 orang dari luar negeri dan 20 orang dari relawan lokal. Jadi AIESEC UGM akan mengurus semua kebutuhan pelamar yang menjadi relawan. Mulai dari mengurus visa, tempat tinggal, makanan, dan lain-lain. Sebelum berangkat ke luar negeri, pelamar akan dilatih terlebih dahulu dan diberi pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan saat menjadi relawan di luar negeri.

Tulisan bersambung ke tautan ini.


Penulis dan Reporter: Sera Zahria, Mahasiswa Magang Komunikasi Program Internasional, angkatan 2016

Penunting: A. Pambudi W.