Apa ‘Value’ yang Perlu Kita Bangun Sebelum Masuk Dunia Kerja?

Reading Time: 2 minutes

Pertanyaan yang mengemuka dalam judul di atas adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam kunjungan mahassiswa Komunikasi UII ke beberapa perusahaan di Jakarta. Pertanyaan itu sering muncul ketika mahasiswa lulus dari kampus dan masuk dalam belantara dunia kerja dan profesi. Institusi yang akan menerima lulusan UII pasti akan bertanya dan mencari tahu: apa ‘value’ personal yang dapat berkontribusi membangun instansi yang kita tuju untuk bekerja?

Pertanyaan itu dijawab oleh beberapa narasumber yang hadir dalam Communication Field Trip (CFT) yang diadakan pada 6 hingga 8 Desember 2022. Pada kesempatan kali itu, kunjungan pada hari kedua ke Kompas Gramedia (KG) Media, para mahasiswa Komunikasi UII dari beragam angkatan seperti dari angkatan 2019 hingga 2022 menimba pengalaman dan pembelajaran baru dari beragam alumni UII yang juga telah bekerja di KG Media. Alumni-alumni itu Misalnya Arrozi Effendi, angkatan 2010 (Manajer PR dari KG Media), Ridho Ilham, angkatan 2017 (Marketing Communication KG Media), Atha Rahmaputra, angkatan 2017 (Video Content Specialist), Muhammad Diast Reyhan Rafif, angkatan 2017 (Community Specialist Harian Kompas), dan F Rizaldi Revandi, angkatan 2017 (Digital Social Media Kompass TV).

Kunjungan berbalut CFT di Kantor KG Media itu mahasiswa diajak tour pada kantor media besar di Indonesia ini. KG Media adalah perusahaan holding yang bergerak di beragam lini seperti penerbit buku Kompas, KG Properti, Dyandra Promosindo, dan juga mengelola jalan tol Cinere-Jagorawi. Selain itu, KG Media juga memiliki unit bisnis seperti Hotel Santika Group, “Ada juga Rekata Studio di KG Media, yang kemarin produksi film penyalin cahaya, kalau temen-temen tahu,” kata MC pada perwakilan KG Media. Grup KG juga memiliki Kampus di UMN dan Politeknik untuk Vokasi-nya.

 

Selain itu, KG Media juga membangun ekosistem digital dengan membangun perusahaan fintech. Di sisi seni dan budaya, KG Media memiliki bentara budaya di beberapa kota, “Ini adalah aset intelektual yang dibangun pendiri kita Pak Ojong dan Jakob Oetama. Di sini seniman-seniman yang punya relasi dengan bentara budaya menjual karyanya untuk Gempa Cianjur kemarin,” tambah MC tersebut.

Pada sesi selanjutnya, Arrozi, manajer PR KG Media, mengatakan bahwa di era disrupsi itu ternyata kemampuan bertahan sebuah perusahaan itu tidak cukup. “Kami tak hanya harus bertahan, tapi juga harus leading di semua sektor. Kami The one leading di media sektor,” kata Arrozi. “Ini sengaja aku hadirkan mereka jadi teman-teman alumni, jangan berkecil hati kalau temen-teman dari jogja. Tidak sekeras itu di jakarta,” kata Arrozi menambahkan. Beberapa alumni yang telah disebut di awal kemudian menjelaskan apa saja value dan kontribusi mereka pada perkembangan perusahaannya.

Berlanjut di tulisan berikutnya klik di sini.

Foto-foto: Yudi Winarto