,

Dari Dunia Media ke Eropa: Alumni Ilmu Komunikasi UII Lolos Beasiswa RGS ARICE 2025

Beasiswa Romania

Salah satu alumni dari Prodi Ilmu Komunikasi UII berhasil lolos beasiswa Romanian Government Scholarship (RGS) pada periode 2025 lalu. Ia adalah Maria Ulfa, alumni angkatan 2014 yang kini tengah melanjutkan studi Master of Marketing di Bucharest University of Economic Studies (ASE).

Beasiswa RGS ARICE membawanya terbang ke Romania pada akhir tahun lalu. Fokus beasiswa yang diberikan oleh Badan Investasi dan Perdagangan Luar Negeri ini berfokus pada promosi kerja sama ekonomi dan komersial, sesuai dengan latar pendidikan profesional Maria selama ini.

“Saya memilih beasiswa ini karena memberikan kesempatan untuk studi di Eropa dengan cakupan yang cukup lengkap, mulai dari biaya kuliah hingga dukungan hidup. Selain itu, saya juga melihat ini sebagai peluang untuk mendapatkan exposure internasional, baik dari segi pendidikan, karier profesional, maupun pengalaman hidup lintas budaya,” ucap Maria dalam pesan singkat.

Pencapaian ini tidaklah sederhana, sembari bekerja Maria selalu menyempatkan diri untuk mencari informasi beasiswa luar negeri yang sesuai dengan bidangnya. Akhirnya, mimpi itu terwujud pada tahun 2025.

Menyeimbangkan Karier Profesional dan Pengetahuan Akademis

Tercatat lebih dari tujuh tahun terjun di dunia profesional bidang media, Maria mantap untuk melanjutkan studinya demi mengembangkan kemampuannya. Berprofesi sebagai SEO Content Strategist sekaligus Content Writer di berbagai industri media membuatnya sadar untuk memperdalam perspektif akademis global.

“Karena sudah cukup lama di dunia profesional, saya jadi lebih tahu apa yang saya butuhkan untuk berkembang. Saya merasa ada kebutuhan untuk memperdalam perspektif bukan hanya praktis, tapi juga akademis dan global,” ucapnya.

Baginya, melanjutkan studi adalah upaya mengupgrade diri. “Saya ingin menggabungkan pengalaman profesional yang sudah saya punya dengan pengetahuan baru, supaya ke depannya bisa punya positioning yang lebih kuat, baik di industri kreatif maupun di peluang karier internasional,” tambahnya.

Tantangan dan Tips Lanjut Studi di Eropa

Beasiswa RGS ARICE tidak mensyaratkan sertifikat IELTS maupun TOEFL, sehingga awardee diwajibkan mengikuti persiapan kelas bahasa. Bagi Maria, di sinilah letak tantanganya. Bahasa Rumania tergolong kompleks karena melibatkan struktur gender dalam kosakata.

“Tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan lidah dengan tata bahasa yang cukup kompleks. Bahasa Rumania yang identik dengan penggunaan gender di dalamnya cukup sulit untuk orang Indonesia yang tidak terbiasa dengan struktur tersebut,” ungkap Maria.

Selain bahasa, tantangan lain adalah cuaca di Eropa serta adaptasi terhadap ritme birokrasi dan administrasi yang benar-benar berbeda dari Indonesia. Jeda delapan tahun dari dunia pendidikan membuatnya harus beradaptasi kembali dengan ritme akademik, khususnya dalam menyerap materi di kelas. Untuk mengejar ketertinggalan, Maria mulai membiasakan diri membaca jurnal penelitian agar tetap relevan dengan isu jurusan. Baginya, pengalaman ini justru melatih resiliensi dan kemampuan adaptasi di lingkungan yang benar-benar asing.

Tips Lolos Beasiswa RGS ARICE

Karena beasiswa RGS ARICE tidak ada seleksi wawancara dan bergantung pada berkas, berikut tips yang dibagikan oleh Maria Ulfa:

  1. Koneksikan Masa Lalu dan Masa Depan: Pastikan Motivation Letter menceritakan kesinambungan antara pengalaman kerja/organisasi dengan jurusan yang dipilih.
  2. Personal Branding di CV: Gunakan format standar Eropa (Europass) dan tonjolkan pencapaian berbasis data (misal: “Berhasil meningkatkan trafik sebesar X%”).
  3. Riset Mendalam: Pahami nilai-nilai negara tujuan. Untuk beasiswa MFA, tunjukkan bagaimana studimu bisa berkontribusi pada hubungan kerja sama atau promosi budaya.
  4. Persiapan Dokumen Sejak Dini: Apostille dokumen study memakan waktu lama, jadi jangan mepet deadline. Apalagi, pendaftar RGS juga harus mencantumkan transkrip nilai SMA meskipun mengajukan permohonan jenjang S2.

Dari pengalaman dan keberhasilannya, Maria membagikan berbagai tips agar lolos beasiswa. Skill komunikasi berperan besar dalam proses yang ia lalui.

“Ilmu komunikasi sangat membantu, terutama dalam menyusun personal branding dan menyampaikan cerita diri saya dengan baik. Mulai dari menulis motivation letter, menyusun CV, semuanya butuh skill komunikasi,” ucapnya.

“Selain itu, background komunikasi juga membantu saya beradaptasi dengan lingkungan baru yang benar-benar asing bagi saya,” tandasnya.

Penulis: Meigitaria Sanita