• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Anti-Plagiasi di Ilmu Komunikasi

 

Plagiasi, di dunia akademik , adalah perbuatan paling memalukan. Plagiasi adalah ketika seseorang meng-aku dan karya atau ide/gagasan orang lain sebagai miliknya. Plagiasi dengan kata lain adalah menjiplak. Kendati plagiasi ini sangat memalukan di dunia akademik, ternyata plagiasi masih saja sering dilakukan oleh kalangan akademisi. 

  

Menengarai banyaknya plagiasi di kalangan mahasiswa, Ilmu Komunikasi sudah menggalakkan gerakan anti-plagiasi sejak tahun 2015 lalu. Setiap tugas mata kuliah, Tugas Ujian tengah Semester (UTS), Tugas Ujian Akhir Semester (UAS), dan Skripsi selalu diperiksa plagiasinya. Pengecekan ini berupaya untuk mengurangi adanya plagiasi yang dilakukan oleh mahasiswa.

Gerakan anti-plagiasi ini ternyata perlahan membuahkan hasil. Putri Asriyani, salah satu pengecek plagiasi di Ilmu Komunikasi Universitas islam Indonesia (UII), mengatakan bahwa cek plagiasi ini membuat mahasisswa berhati-hati melakukan pengutipan dalam makalah atau tugas serta skripsi. “kalau dulu mahasiswa banyak mengutip dari blog dengan cara copy-paste, tapi sekarang sudah tidak,” ujar Asriyani.

Tindakan plagiasi yang dulu masih dilakukan dengan sangat parah, yakni menyalin-tempel sepenuhnya, kini plagiasi yang dilakukan lebih banyak dikarenakan ketidaktahuan mahasiswa dalam cara pengutipan yang benar. “Sekarang, yang masih banyak cuma cara pengutipan yang tidak sesuai standart ilmiah saja,” lanjut Asriyani.

Penulis: Sulistiyawati