• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Melakukan Pembatasan dalam Riset

Penelitian yang baik adalah penelitian yang memiliki batasan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penelitian yang jelas maksudnya adalah memiliki batasan tema yang spesifik, misal batasan wilayah atau isu spesifik. Selain pertimbangan akademis, perlu juga pertimbangan lain seperti SDM maupun pendanaan dan pertimbangan yang lain.

 

Salah satu batasan penelitian adalah pembatasan objek penelitian. Nah, Kamis, 1 September 2016,  Prodi Ilmu Komunikasi UII sedang menyelenggarakan workshop Riset yang diikuti oleh mahasiswa dan klub Diskusi dan penelitian (Dispensi) Prodi Ilmu Komunikasi UII, serta beberapa teman dari Yayasan Festival Film Pelajar Jogjakarta (FFPJ). Workshop ini dilakukan untuk mempersiapkan teman-teman FFPJ untuk melakukan penelitian terkait pemetaan aktivitas komunitas film pelajar di Yogyakarta.

Salah satu fokus utama dalam proses perancangan riset adalah bagaimana membatasi objek penelitian. Pembatasan yang pertama adalah apa  atau siapa yang hendak diteliti, atau bisa juga disebut unit analisis. Dalam pertemuan ini difokuskan untuk mengerucutkan unit analisis terkait aktifitas film pelajar. Oke, bagaimana caranya? Mari kita bahas!

 

Mengerucutkan Unit analisis

                Dalam workshop ini kita akan ambil unit analisisnya adalah “pelajar”. Jika kita sudah menentukan unit analisis, kita perlu mengerucutkan dengan menjawab pertanyaan seperti “Pelajar itu siapa? SMA kah? SMP kah? Atau siapa?” misalnya kita memilih SMA.

Jika kita sudah menjawab, maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan pelajar yang tidak sekolah SMA atau sederajat? Apakah penelitian ini akan menggunakan basis sekolah atau umur, yakni anak muda usia sekolah, misal 15-18 tahun? atau bagaimana. Peneliti harus menjawab pertanyaan ini dan harus juga memiliki alasan ilmiah sebagai dasarnya. Lantas, harus juga pertimbangkan kemungkinan lain seperti bagaimana jika pelajar itu homeschooling, atau bagaimana dengan komunitas film yang ada di luar unit kegiatan sekolah. Apakah mereka akan menjadi bagian yanga kan dianalisis. Hal ini juga harus dipertimbangkan, jika iya, apa alasannya? Hal ini juga juga harus ditegaskan dalam penelitian.

Pertimbangan selanjutnya adalah, apa pentingnya komunitas atau unit analisis tersebut untuk diteliti? Peran apa yang mereka punya? Atau ada kasus apa yang menjadikan mereka sebagai unit penting untuk diteliti. Apakah mereka punya peran penting? Apa relevansi unit ini pada penelitian ini. Hal ini juga menjadi pertimbangan yang mendasar. Alasan ini juga harus ditunjukan jelas dalam bab awal penelitian/riset.

Pelajar yang hendak diteliti sudah kita batasi dengan mengambil objeknya adalah SMA. Selanjutnya adalah mempertanyakan, apakah semua SMA akan diteliti? Jika iya apa alasanya? Jika tidak semua, maka SMA mana yang akan diteliti dan apa apa alasannya. misalnya saja kita mengambil SMA yang ada di Yogyakarta. pertimbangannya adalah karena SMA Yogyakarta telah menghasilkan film lebih dari 100 film pertahun.

Lalu apakah semua SMA akan diteliti, jika dirasa sumber daya manusianya tidak memungkinkan, maka unit penelitian bisa dibatasi dengan mengambil SMA yang paling aktif di Kota Yogyakarta atau Bantul. Hal itu juga harus dipertegas dengan data yang valid agar penelitian ini dapat juga akan menghasilkan data yang akurat pula.

Dalam unit analisis juga perlu mempertajam, “apanya dari komunitas pelajar yang akan diteliti?”. Apakah karyanya, apakah jejaringnya, atau aktivitasnya, atau pola kaderisasinya, atau apanya? Jika sudah mendapat jawaban kita juga harus mengerucutkannya lebih terperinci. Misalnya saja kita sudah memilih aktivitasnya, kita harus merinci lagi batasan tema ini. Aktivitas kan banyak, aktivitas kaderisasinya, aktivitas produksi filmnya, aktivitas pemutaran film, atau aktivitas apa? Apakah rekruitmen masuk dalam aktivitas tersebut?  

Hal tersebut perlu dijawab dalam upaya pembatasan maslah penelitian. Pembatasn penelitian ini penting untuk mendapatkan jawaban yang akurat dalam penelitian.

 

Dokumentasi Pengetahuan dalam Workshop Riset

Oleh Sulistiyawati

Pemateri: Muzayin Nazaruddin, MA

 

=======================================================================