• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Penutupan pameran foto dan film dokumenter Candi Pustakasala di Djendelo Cafe

Suasana diskusi pameran foto dan film dokumenter di Djendelo CafePelestarian sejarah dan benda cagar budaya tidak hanya dilakukan melalui proses pemeliharaan benda tersebut, namun bisa melalui proses pendokumentasian baik dalam bentuk fotografi maupun film dokumenter. Hal inilah yang dilakukan oleh Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII yang beranggotakan 5 orang asisten laboratorium dan dibawah komando Marjito Iskandar Tri Gunawan dalam hal pelestarian dan pemeliharaan Candi Pustakasala yang belum lama ini ditemukan. Selama 2 bulan penuh, proses ekskavasi hingga penggalian candi selesai, telah dirangkum sedemikian rupa sehingga hasilnya bisa dinikmati dalam bentuk pameran fotografi dan film dokumenter Candi Pustakasala.
 
 Bertempat di Djendelo Cafe, Lantai 2 TB Togamas Jalan Affandi Yogyakarta, pameran foto dan film dokumenter Candi Pustakasala tersebut telah berlangsung selama satu minggu mulai dari tanggal 17-23 Maret 2010. Tanggal 23 Maret 2010 merupakan clossing pameran dengan konsep diskusi. Narasumber yang hadir antara lain Drs. Tri Hartono M.Hum (Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelestarian BP3Y), Drs. Swarsono MA (Pengurus Badan Wakaf UII dan merupakan Direktur Utama Rumah Sakit Jogja International Hospital), dan  Masduki Msi. MA sebagai moderator.

Dalam diskusi tersebut, BP3Y selaku penangungjawab proses ekskavasi candi banyak bercerita mengenai sejarah Candi Pustakasala yang merupakan candi pemujaan atau peribadatan. Menurut Drs. Tri Hartono M.Hum, candi ini masih menyimpan banyak misteri karena keunikannya yang berbeda dengan candi-candi yang telah ditemukan sebelumnya. Salah satu keunikan yang dimiliki Candi Pustakasala ini adalah makna susunan batu gundul yang tertata dan berfungsi sebagai pagar yang mengelilingi candi , sedangkan pada candi-candi lain biasanya terdiri dari batu putih dengan berbagai pahatan dan ukiran.

Perihal rencana semula tentang bangunan perpustakaan yang sampai sekarang masih tertunda, menurut Drs. Swarsono selaku pengurus badan wakaf UII mengatakan bahwa pembangunan perpustakaan tetap akan dilaksanakan hanya saja posisinya sedikit bergeser. Kemungkinan besar, bangunan perpustakaan akan terlebih dahulu dibangun dengan bentuk seperempat lingkaran yang mengitari candi dari sisi sebelah selatan dan barat.