• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Prodi Ilmu Komunikasi UII Menolak Tegas Plagiasi

Email Print

Yogyakarta – Program studi Ilmu Komunikasi UII memiliki spirit tegas dalam menolak plagiarisme. Komitmen terhadap hal tersebut juga dibuktikan dalam bentuk kuliah umum yang merupakan rangkaian dari kegiatan INCOMS (Introduction of Communication) pada hari ke dua berlokasi di Auditaroium FPSB UII (15/9). Kuliah umum yang dilakukan dalam bentuk seminar bertajuk ‘Plagiasi itu Nggak Cool’ disampaikan oleh dosen program studi Ilmu Komunikasi UII, Holy Rafika Dhona. INCOMS 2017 merupakan acara orientasi dan kuliah umum bagi mahasiswa baru Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2017, yang dilaksanakan oleh prodi Ilmu Komunikasi dan HIMAKOM UII (Himpunan Mahasiswa Komunikasi UII).

Holy menyampaikan maraknya terjadi tindakan plagiarisme dan pemahaman seputar plagiarism itu sendiri. “Rumusan gaya plagiat anak jaman sekarang tinggal klik search engine, ketik keyword, pilih dan copy paste (copas),” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa plagiarisme itu secara umumnya terbagi atas dua hal, yaitu plagiarisme yang dilakukan dengan sengaja dan plagiarisme yang dilakukan dengan tidak disengaja. Permasalahan yang dikhawatirkan sekarang ialah ketika terjadi tindakan plagiarisme yang tidak disegaja. Tindakan seperti ini biasanya dikarenakan masih minim pengetahuan seputar plagiarisme. Sehingga sering kali terjadi tanpa disadari oleh si penulis bahwa dirinya telah melakukan plagiarisme.

“Plagiasi itu tidak cool”, tegasnya. Ia menyatakan bahwa hal tersebut sama saja dengan mencuri, tidak mampu mengasah kompetensi dan cerminan ketidakdewasaan dalam menyikapi teknologi. Holy meminta mahsiswa untuk berlatih menulis dan mengenali cara mengutip referensi yang benar.. Hal tersebut diharapkan mampu memerangi tindakan plagiasi. Semua elemen bertugas untuk melawan plagiarisme, dan diri masing-masing harus berprinsip untuk selalu jujur walaupun kejujuran sudah dianggap kuno di jaman sekarang.

“Masalah lain yang dihadapi mahasiswa zaman sekarang adalah ketergantungan pada internet, minat membaca yang sangat minim dan hanya berpikir menyelesaikan tugas untuk mendapatkan nilai, bukan untuk menyerap ilmunya,” ujar Holy.

 

Penulis: Putri Asriyani

Penyunting: Risky Wahyudi

Foto: Panitia INCOMS 2017

“Dekan FPSB UII: INCOMS 2017 Merupakan Kegiatan Orientasi dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru yang Menawarkan Konsep Kreatif dan Produktif”

Email Print

Yogyakarta- INCOMS (Introduction to Communication) 2017 merupakan acara orientasi dan kuliah umum bagi mahasiswa baru Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2017, yang dilaksanakan oleh prodi Ilmu Komunikasi UII dan HIMAKOM UII (Himpunan Mahasiswa Komunikasi UII). Acara dengan tagline ‘kita komunikasi’ ini digelar dari hari Jumat, 15 September 2017 hingga Minggu, 17 September 2017. Rangkaian kegiatan dilakukan di area Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia.

Ridwan Fawzi selaku Sekjend HIMAKOM menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengganti kegiatan Makrab (Malam Keakraban) yang biasanya rutin dari tahun ke tahun dalam bentuk outdoor (16/9). Dikemas berbeda dengan Makrab, INCOMS 2017 menawarkan konsep dengan lebih menambah muatan unsur akademik. Seperti diadakannya kuliah umum dan talkshow edukatif yang mengundang alumni sukses di bidangnya dengan tujuan memperkenalkan prodi Ilmu Komunikasi UII lebih dalam. “Harapannya mahasiswa baru memiliki  gambaran tentang Komunikasi UII dan bisa merancang alur dan target ke depannya,” papar Sekjend HIMAKOM yang akrab dipanggil dengan Ridho.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh, Dr. rer. nat Arief Fahmie, S.Psi., MA., Psi. selaku dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII (FPSB UII) di Ruang Auditorium Perpustakaan Pusat UII, lantai 2 Gedung Moh. Hatta. Beliau sangat mengapresiasi dan mendukung penuh terlaksananya INCOMS 2017. “Kegiatan orientasi kuliah umum mahasiswa baru seperti ini mampu menawarkan konsep yang kreatif dan produktif,” ujarnya. Tidak hanya itu saja, beliau meminta penyelenggara mendokumentasi kegiatan ini sebaik mungkin. karena evaluasi dari rangkaian acara ini akan ditawarkan ke prodi lain untuk menyelenggarakan kegiatan dengan konsep seperi ini.

Atmosfer kemeriahan INCOMS 2017 juga dirasakan oleh mahsiswa Komunikasi UII 2017. Deva mahisiwi Komunikasi UII 2017 selaku peserta mengungkapkan keseruannya dan bisa kenal dengan teman-teman mahasiswa Komunikasi UII lainnya (17/9).  Begitu pula halnya dengan Fanti (17/9) yang juga merupakan peserta dalam kegiatan ini mendapatkan manfaat lebih mengetahui lagi tentang Ilmu Komunikasi dan faasilitas apa saja yang ada di prodi Komunikasi UII. “Harapan ke depannya semoga bisa menjadi mahasiswa yang lebih aktif lagi”,  ujar Fanti.

 

Penulis: Risky Wahyudi

Fotografer: Ridwan Fawzi

Mahasiswa Komunikasi UII 2013 Mengikuti Program AISEC 2013 Sebagai Volunteer Pengajar di Thailand

Email Print

Yogyakarta- Dede Putra Veryan mahasiswa prodi Komunikasi UII 2013 telah mengikuti Volunteer Abroad yang merupakan program AISEC  Bangkok University, Thailand. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 30 Juni 2017 hingga 11 Agustus 2017. Ia melaksanakan program tersebut di sekolah Wat Khokpra School yang berada di provinsi Suphanburi.

Dede dan rekan volunter lainnya melakukan proyek Sawasdee – Education in Thailand berupa aktivitas mengajar  siswa sekolah. Selama berada di sana, Dede mengajarkan bahasa Inggris kepada murid sekolah.  Ia juga memperkenalkan budaya Indonesia dan juga tentang prodi komunikasi UII yang merupakan tempat dirinya mengenyam pendidikan. Tidak hanya itu saja, Dede juga menyempatkan memproduksi video profil sekolah dengan peralatan seadanya yang kemudian dijadikan sebagai kenang-kenangan bagi Wat Khokpra School.

AISEC yang didirikan pada tahun 1948 silam kini telah diikuti lebih dari 111 negara dengan jumlah lebih dari 1600 anggota. Melalui pendekatan inovatif, AISEC kini telah memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun dalam mengembangkan pemuda yang potensial memiliki jiwa kepemimpinan sosial secara global. Thailand merupakan negara pilihan Dede untuk melaksanakan proyek yang ditawarkan oleh AISEC, karena merupakan salah satu negara berkembang di Asia yang telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam kehidupan bernegara berupa pendidikan, budaya, bahkan bisnis dan ekonomi.

Penulis: Risky Wahyudi

Analisis Komunikasi Partisipatif Masyarakat Industri dalam Mendukung Branding Kota Menjadi Best Paper di COMICOS 2017

Email Print

Yogyakarta (08/09)-Penelitian yang telah dilakukan oleh Mutia Dewi dan Noer Ayufika Nulul menunjukkan partisipasi masyarakat industri dalam mendukung branding kota berada  pada tahap implementasi dan pemanfaatan hasil. Adapun bentuk komunikasi partisipatif yang dilakukan berupa heteroglasia, dialogis, poliponi dan karnaval. Paper yang berjudul ‘Analisis Komunikasi Partisipatif Masyarakat Industri dalam Mendukung Branding Kota’ ini akhirnya berhasil meraih  best paper dalam Conference on Media, Communications and Sociology (COMICOS) yang diselenggarakan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Branding kota sebagai proses yang tidak muncul secara tiba-tiba merupakan asumsi awal dari penelitian mereka.  Paper tersebut mengungkapkan bahwa branding kota adalah aktivitas yang menuntut sinergitas dari semua pihak, baik pemerintah, warga kota, maupun masyarakat industri. Perlu untuk diketahui, masyarakat industri dianggap menjadi agen yang dapat membantu menguatkan merek sebuah kota melalui aktivitas produksi maupun distribusi produk yang dilakukan. 

Paper yang telah disubmit dalam konferensi tahunan yang digagas oleh prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta tersebut merupakan hasil penelitian kolaborasi antara dosen prodi Komunikasi UII, Mutia bersama Mahasiswi prodi Komunikasi UII, Nulul.  Mutia sendiri sudah dua tahun terakhir menekuni riset di bidang branding kota. Riset pertama tentang branding kota Bandung yang telah dipublikasikan pada 2nd World Conference on Media and Mass Communication 2016 (MEDCOM) di Bangkok, Thailand.

Penulis: Risky Wahyudi

DAFTAR PEMBIMBING SKRIPSI/TUGAS AKHIR SEMESTER GANJIL 2017/2018

Email Print

DOWNLOAD