• Office: +62-274-898444 ext. 3267

The Art of Seeing: Author Photography

Email Print

Yogyakarta-Fotografi merupakan seni yang mengandalkan akal dan perasaan dalam menciptakan karyanya. Kejelian menentukan perspektif merupakan hal yang dituntut untuk bisa menghasilkan karya yang bisa dinikmati. Kladij Sluban seorang fotografer dari Prancis yang pernah bersama maestro street photography , Henri Cartier Bresson dan fotografer prancis lainnya (Marc Riboud dan William Klein) mengampu sanggar kerja fotografi di Penjara anak-anak Fleury-Megoris, Essone (1995-2005),  mengajak mahasiswa untuk berdiskusi seputar konsep Subjektif dalam dunia fotografi.  Sluban menjelaskan bahwa suatu foto akan memiliki pemaknaan terkait rasa yang berbeda jikalau menggunakan perspektif yang berbeda.

Kegiatan diskusi dikemas dalam bentuk seminar Fotografi bertajuk The Art of Seeing: Author Photography (16/10/2017). Seminar ini merupakan inisiasi dari Warung Prancis UII bekerja sama dengan Prodi Ilmu komunikas UII yang digelar di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, tepatnya di Ruang RAV Gedung  Komunikasuii UII lantai 3.

Fotografer kelahiran Paris, 3 Maret 1963 tersebut juga memutarkan video tentang proyeknya yang mengajarkan fotografi kepada para tahanan anak-anak dan remaja. Melalui pemutaran video tersebut memberikan kemudahan kepada mahasiswa dalam memahami bagaimana konsep subjektif dalam dunia fotografi yang dimaksudkan oleh fotografer pemegang gelar Master di Bidang Literarur Inggris-Amerika tersebut.  “Nobody else can do the photo you do. You are alone in the world to be able to do the photo you do,” Ujar Sluban. “ A photo must be down from your self to be truth, to be good” that’s no trick, thats the only answer,” tutupnya dalam seminar tersebut.

 

Penulis: Risky Wahyudi

Switch ON: Rethinking Strategic Communication for Empowerment

Email Print

Yogyakarta-Komunikasi strategis menjadi perhatian pada program pemberdayaan masyarakat sekarang ini dalam platform pembangunan. Dengan kata lain komunikasi strategis diharapkan  mampu mendorong masyarakat supaya turut serta berpartisipasi dalam menentukan keputusan publik.  Meskipun begitu masih bermunculan berbagai dinamika terhadap isu ini. Beberapa pertanyaan seperti: ‘Apakah komunikasi strategis mempromosikan pemberdayaan? Serta apa saja menjadi tantangan, dorongan, dan peluang terhadap aktor, media, dan publik tentang komunikasi strategis?’  menjadi hal yang perlu didislusikan lagi bersama-sama.

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia kembali menggelar 4th Conference on Communication, Culture and Media Studies 2017 (4th CCCMS2017) untuk mendiskusikan hal tersebut ke dalam suatu forum ilmiah. Switch ON: Rethinking Strategic Communication for Empowerment menjadi tema 4th CCCMS20117  dan tepat untuk mendiskusikan fenomena ini. Turut mengundang Prof. Dato’ Sri Dr. Syed Arabi Bin Syed Abdullah Idid (International Islamic University Malaysia) dan  Prof. Dr. Parichart Sthapitanonda ( Chulalongkorn University Thailand) sebagai plenary speaker dalam konferensi ini.

4thCCCMS 2017 digelar pada tanggal 10-11 Oktober 2017 di Gedung DR. Soekiman Wirjosandjojo. Terdapat enam kelas panel dengan tema di antaranya CSR & Community, Identity & Popular Culture, Communication & Islam, Marketing Communication & Branding, Organizational Communication,  dan Culture Communication. Konferensi ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UII yang bertujuan menciptakan forum terbuka bagi mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana, komisaris komunikasi & media dan pihak terkait lainnya untuk berbagi gagasan, penelitian, atau pengalaman.

 

Penulis: Risky Wahyudi

PENGUMUMAN CEPT-CAMP BATCH IX

Email Print

INCOMS 2017 ‘Kita Komunikasi’

Email Print

Yogyakarta-Pada hari ketiga pelaksanaan Intorduction of Communication (INCOMS) 2017 (17/09) diselenggarakannya Talkshow bersama mahasiswa berprestasi di depan gedung Prodi Ilmu Komunikasi UII yang diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UII 2017. Terdapat tiga mahasiswa berprestasi melakukan sharing pengalaman yang di antaranya M. Fadhil Pratama (2013), M. Rizal Purnawan (2014), dan Muhibar Sobary Ardan (2016). Fadhil berbagi pengalaman seputar kegiatan konferensi tingkat internasional yang pernah diikuti olehnya. Rizal bercerita tentang pengalamannya di dunia fotografi dan prestasi yang pernah di dapatkan dari hobinya tersebut. Ary bercerita tentang pengalamannya sebagai volunteer dalam beberapa kegiatan sosial di daerah terpencil di Indonesia. Mahasiswa Komunikasi terlihat antusias mengajukan pertanyaan kepada masing-masing narasumber.

Setelah menikmati menu hidangan siang dengan konsep angkringan, dilanjutkan dengan pemilihan ketua angkatan 2017. Masing-masing calon menyampaikan visi dan misinya di ruangan RAV Gedung Komunikasi UII lantai 2. Dimulai dengan memilih satu perwakilan dari 11 kelompok jamaah dan kemudian dikurasi menjadi tiga kandidat. Sampai pada akhirnya terpilihlah nama Rafif Sulthan sebagai ketua angkatan 2017 dengan menggunakan sistem pemungutan suara.

Acara ditutup dengan Awarding, yaitu pemberian penghargaan pada pemenang lomba foto video, dresscode terbaik, dan peserta terbaik. Dengan pemberian penghargaan tersebut, maka berakhirlah rangkain acara INCOMS 2017 yang dilaksanakan selama tiga hari sebagai wujud penyambutan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2017.

Intorduction of Communication atau disingkat INCOMS adalah kegiatan yang diselengarakan oleh prodi Ilmu Komunikasi dan HIMAKOM UII (Himpunan Mahasiswa Komunikasi UII). INCOMS 2017 merupakan bentuk kegiatan penyambutan mahasiswa  Prodi Ilmu Komunikasi UII angkatan 2017. Mengusung tagline ‘kita komunikasi’, kegiatan ini digelar dari hari Jumat, 15 September 2017 hingga Minggu, 17 September 2017 berlokasi di sekitaran area Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang km 14,5.

Penulis: Intan Zezarani Kusuma

Penyunting: Risky Wahyudi

Foto: Panitia INCOMS 2017

Prodi Ilmu Komunikasi UII Menolak Tegas Plagiasi

Email Print

Yogyakarta – Program studi Ilmu Komunikasi UII memiliki spirit tegas dalam menolak plagiarisme. Komitmen terhadap hal tersebut juga dibuktikan dalam bentuk kuliah umum yang merupakan rangkaian dari kegiatan INCOMS (Introduction of Communication) pada hari ke dua berlokasi di Auditaroium FPSB UII (15/9). Kuliah umum yang dilakukan dalam bentuk seminar bertajuk ‘Plagiasi itu Nggak Cool’ disampaikan oleh dosen program studi Ilmu Komunikasi UII, Holy Rafika Dhona. INCOMS 2017 merupakan acara orientasi dan kuliah umum bagi mahasiswa baru Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2017, yang dilaksanakan oleh prodi Ilmu Komunikasi dan HIMAKOM UII (Himpunan Mahasiswa Komunikasi UII).

Holy menyampaikan maraknya terjadi tindakan plagiarisme dan pemahaman seputar plagiarism itu sendiri. “Rumusan gaya plagiat anak jaman sekarang tinggal klik search engine, ketik keyword, pilih dan copy paste (copas),” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa plagiarisme itu secara umumnya terbagi atas dua hal, yaitu plagiarisme yang dilakukan dengan sengaja dan plagiarisme yang dilakukan dengan tidak disengaja. Permasalahan yang dikhawatirkan sekarang ialah ketika terjadi tindakan plagiarisme yang tidak disegaja. Tindakan seperti ini biasanya dikarenakan masih minim pengetahuan seputar plagiarisme. Sehingga sering kali terjadi tanpa disadari oleh si penulis bahwa dirinya telah melakukan plagiarisme.

“Plagiasi itu tidak cool”, tegasnya. Ia menyatakan bahwa hal tersebut sama saja dengan mencuri, tidak mampu mengasah kompetensi dan cerminan ketidakdewasaan dalam menyikapi teknologi. Holy meminta mahsiswa untuk berlatih menulis dan mengenali cara mengutip referensi yang benar.. Hal tersebut diharapkan mampu memerangi tindakan plagiasi. Semua elemen bertugas untuk melawan plagiarisme, dan diri masing-masing harus berprinsip untuk selalu jujur walaupun kejujuran sudah dianggap kuno di jaman sekarang.

“Masalah lain yang dihadapi mahasiswa zaman sekarang adalah ketergantungan pada internet, minat membaca yang sangat minim dan hanya berpikir menyelesaikan tugas untuk mendapatkan nilai, bukan untuk menyerap ilmunya,” ujar Holy.

 

Penulis: Putri Asriyani

Penyunting: Risky Wahyudi

Foto: Panitia INCOMS 2017