Public Relations (PR) merupakan bidang komunikasi yang masih bisa terus berkembang, baik dalam segi praktek mau pun dalam kajian akademis. Dalam praktek, perkembangan teknologi mempengaruhi bagaimana PR bekerja. Kehadiran media baru (new media) dan media sosial (social media) memberikan efek bagi praktek-praktek PR. Sementara dari segi bidang kajian akademik, harus diakui bahwa buku teks, teori, dan ilmu-ilmu PR yang dipelajari saat ini terlalu didominasi oleh perspektif Barat khususnya Amerika Serikat. Padahal cara pandang Barat tersebut belum tentu cocok apabila diterapkan dalam latar belakang budaya yang berbeda.
Berkaitan dengan perkembangan teknologi dan praktek PR, Jurnal Komunikasi Volume 7 Nomor 1, Oktober 2012 ini dibuka oleh artikel berjudul “Media Relations di Era Konvergensi Media” yang ditulis oleh Sumantri Raharjo. Artikel ini membahas fenomena konvergensi media dan pengaruhnya terhadap aktivitas media relations dari sebuah perusahaan. Menurut Sumantri, sangatlah penting bagi seorang pelaku PR untuk melakukan media mapping saat akan melakukan kerjasama atau sekadar menjalin hubungan dengan media massa. Pasalnya, kini satu perusahaan media bisa beranak-pinak dengan berbagai format dan ideologi. Kinerja dan citra yang ditampilkan sebuah media sangat dipengaruhi oleh media induknya. Maka, pegiat PR di sebuah perusahaan harus hati-hati dalam memilih media massa yang akan diajak bekerja sama. Bisa jadi, media massa yang berkolaborasi dengan perusahaan ternyata merupakan anak dari sebuah media massa induk yang tengah bermasalah atau memiliki citra buruk di masyarakat. Tentunya, ini bisa berpengaruh pula pada citra perusahaan.