Tag Archive for: parafrase

Reading Time: 2 minutes

Not many web managers know that content originality is the key. Originality really determines whether the website can be easily entered in the site search index. Whether it’s a Google search, Yandex, or Bing. The more original it is, the easier it will be to reach the first page of a Google search especially. So is writing web content. The author must ensure that the content is written in a paraphrasing technique. This technique has recently become popular because it makes it easier to write in filling site content. However, taking content from various sources, can not be arbitrary.

Therefore, it is important to write site content without copy-paste. Sources of writing as much as possible are not imitated exactly or taken raw. The right technique for writing like that is the paraphrasing technique. “Paraphrasing is writing in one’s own words and a different grammar from the source referred to,” said Erry Satya, UII Public Relations Staff, online, Thursday (5/8/2021).

The Public Relations Division of the Indonesian Islamic University (UII) held a Website Management Workshop “Website Content Updating” as well as to open and launch the 2021 UII Website Appreciation (UWA). in order to appreciate and update the appearance and content of the site at the unit, department, and faculty level at UII.

Apart from reporting, paraphrasing is a key skill that a website content writer should have. Erry said that at least the web manager in UII could paraphrase by these following six steps.

First, the unit, department, or faculty web content writer can reread all news sources completely. The assumption is, when you have read the entire contents of the source to be referred to, you will find keywords or main points of the idea or idea of ​​the reference source. If it has been found, then the second step can be done. Content writers create a detailed list of all the keywords found so that they can be duplicated in the news to be written.

In the third step, then the site content writer can rewrite all the ideas earlier. The ideas that come from the reference source are written into the content using the original sentences and wording of the author himself. The result is authentic writing.

In the next step, fourth, the author ensures that the main idea of ​​the reference source is still the same as the paraphrased writing. This means that the idea of ​​the reference source does not change. In the fifth step, “the author does not forget to mark unique phrases or terms that are from the reference source,” said Erry in a Zoom Meeting.

The final step is the transparency of the sources of written references so that other readers can also explore these sources. Writing the source of this article is also important as a form of recognition of the author to the owner of the work referred to.

 

Reading Time: 2 minutes

Tak banyak pengelola web yang tahu bahwa orisinalitas konten adalah kunci. Orisinalitas sangat menentukan website dapat mudah masuk dalam indeks pencarian situs. Baik itu pencarian Google, Yandex, maupun Bing. Semakin orisinal, semakin mudah mencapai halaman pertama pencarian Google terutama. Begitu juga menulis konten web. Penulis harus memastikan kontennya ditulis dengan teknik parafrase. Teknik ini belakangan digemari karena memudahkan penulisan dalam mengisi konten situs. Namun, mengambil konten dari beragam sumber, tak bisa sembarangan.

Maka dari itu, penting menulis konten situs dengan tanpa salin tempel. Sumber tulisan sebisa mungkin tidak ditiru persis atau diambil mentah-mentah. Teknik yang tepat untuk menulis seperti itu adalah teknik parafrase. “Parafrase adalah menulis dengan kata-kata sendiri dan tata bahasa yang berbeda dari sumber yang dirujuk,” kata Erry Satya, Staf Bidang Humas UII, secara daring, pada Kamis (5/8/2021).

Bidang Humas Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Workshop Pengelola Website “Pemutakhiran Konten Website” ini sekaligus juga untuk membuka dan meluncurkan UII Website Appreciation (UWA) 2021. Selain itu, Ratna Permata Sari, Kepala Bidang Humas UII, mengatakan, workshop ini juga diadakan agar dapat mengapresiasi dan memperbarui tampilan dan konten situs di tingkat unit, jurusan, dan fakultas di UII.

Selain melakukan reportase, parafrase adalah keterampilan kunci yang harus dimiliki penulis konten website. Erry mengatakan setidaknya pengelola web di lingkungan UII bisa melakukan parafrase dengan enam langkah berikut.

Pertama, penulis konten web unit, jurusan, atau fakultas, dapat membaca ulang seluruh sumber berita hingga tuntas. Asumsinya, ketika telah membaca keseluruhan isi sumber yang akan dirujuk, akan ditemukan kata kunci atau poin-poin utama dari gagasan atau ide sumber rujukan. Jika telah ditemukan, maka langkah kedua dapat dilakukan. Penulis konten membuat daftar rinci semua kata kunci yang ditemukan tersebut sehingga dapat diduplikasi dalam berita yang akan ditulis.

Langkah ketiga, barulah penulis konten situs dapat menulis ulang semua ide tadi. Gagasan yang berasal dari sumber rujukan ditulis ke dalam kontennya dengan menggunakan kalimat dan susunan kata yang asli dari penulis sendiri. Hasilnya adalah tulisan yang otentik.

Langkah selanjutnya, keempat, penulis memastikan bahwa ide pokok dari sumber rujukan masih sama dengan tulisan hasil parafrase. Ini maksudnya agar gagasan dari sumber rujukan tidak berubah. Langkah kelima, “penulis tidak lupa menandai frasa atau istilah-istilah unik yang beradal dari sumber rujukan,” kata Erry dalam Zoom Meeting.

Langkah terakhir adalah transparansi sumber rujukan tulisan sehingga pembaca lain dapat mendalami pula sumber-sumber tersebut. Menulis sumber tulisan ini juga penting sebagai bentuk rekognisi penulis pada pemilik karya yang dirujuk.