Festival Film Pelajar kembali digelar untuk kedelapan kalinya di Pondok Pemuda Ambarbinangun Yogyakarta, Bantul. Kegiatan FFPJ#8 ini berlangsung dari tanggal  16-17 Desember 2017. Terdapat ratusan siswa yang terdiri tingkatan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian dari FFPJ#8 juga diisi dengan beberapa kegiatan seperti Seminar Nasional, Kelas Pendidik, Kelas Seni & Kreativitas, Screening Film dan beberapa kegatan lainnya yang produktif. Terdapat 13 penghargaan yang diberikan untuk kategori film fiksi dan dokumenter dari tingkatan Sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Kaprodi Ilmu Komunikasi UII, Muzayin Nazaruddin, mengungkapkan bahwa festival film yang ideal itu adalah festival yang menjadi tempat bertemunya filmmaker dan berkembang, dalam hal ini konteksnya pelajar yang suka memproduksi film (16/12). “Harapannya kemudian FFPJ bias menjadi sebuah pergerakan sosial. Dimana film bukan hanya untuk sekedar film, tetapi film untuk perubahan sosial yang lebih besar.

Penanggungjawab FFPJ, Tomi Taslim juga berpesan bahwa siapa pun yang ikut terlibat dapat menoba memahami bahwa festival ini merupakan proses pembelajaran untuk berapresiasi secara kritis, berliterasi untuk kritis dan film merupakan saranya untuk itu. “Harapannya ke depan semoga FFPJ tetap istiqomah dan memegang teguh nilai-nilai yang dipegang yang mewarnai aktivitas festival, seperti misalkan nilai kemandirian,” ujar Tomi (16/12).

 

Penulis: Risky Wahyudi