communication department UII Commnunication for empowerment
Reading Time: 3 minutes

Gerakan Ramah Lingkungan SD Candirejo: Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Piring Plastik oleh Anung Trihastiwi, Aspri Anggi Luthfiyah, Bayu Purwarama, Harti Puspa Yunita, dan Siti Meysa Adisti

Dampak plastik terhadap lingkungan merupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini ternyata sangat signifikan. Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Berangkat dari ini, kami berinisiatif membuat program pemberdayaan daur ulang plastik menjadi barang berdayaguna. Pada pertemuan pertama tanggal 11 November 2019, kelompok kami melakukan kegiatan sosialisasi pengolahan sampah plastik yang sekaligus menjadi pembuka dari serangkaian kegiatan yang akan kami laksanakan di SDN Candirejo. Sosialisasi ini kami dibantu oleh mitra kami yaitu projek B. Dalam kesempatan tersebut kami memberitahukan pada anak-anak tentang bahayanya sampah plastik, cara pengolahan sampah yang benar dan cara pemanfaatan kembali sampah yang sudah tak terpakai.

Dalam kesempatan tersebut kami juga menyelipkan selingan kegiatan berupa ice breaking. Hal ini kami lakukan supaya anak-anak tidak merasa bosan dengan materi sosialisasi yang kami bawakan.

Kami juga menyempatkan memberikan beberapa kuis berhadiah seputar materi yang kami bawakan. Hal ini bertujuan untuk melihat sejauh mana anak-anak menyerap informasi yang kami sampaikan dan juga sebagai motivasi bagi mereka agar mau belajar lebih. Pertemuan petama diakhiri dengan pemberitahuan bahwa anak-anak harus menyiapkan bahan berupa sampah tak terpakai untuk pertemuan selanjutnya dan merupakan tahap awal dari proses pembuatan piring plastik.

Pada pertemuan kedua  pada hari sabtu tanggal 16 November 2019, kami mulai melakukan kegiatan pembuatan piring dari botol gelas plastik. Sebelum memulai kegiatan tersebut kami memastikan kepada anak-anak apakah mereka sudah melaksanakan tugas yang kami beri untuk membawa gelas plasik yang sudah digunting. Lalu kami mengumpulkan terlebih dahulu 4 kelompok dan juga anak-anak yang sudah dibagikan pada pertemuan pertama. Kemudian setelah itu baru kami memulai pembuatan piring plastik tersebut dengan hanya menggunakan alat sambung sebuah tali saja.

Pada pertemuan ketiga di SDN Candirejo ini memusatkan pada penyelesaian hasil karya piring plastik oleh anak-anak kelas 3 SD. Selama pengerjaan berlangsung pun seperti minggu sebelumnya dimana sudah dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok melakukan pengerjaannya sesuai masing-masing kelompok yang sudah dibagikan.

Pada saat kegiatan merangkai piring plastik, anak-anak terlihat sangat bersemangat dan juga memperhatikan baik-baik dan perlahan cara-cara memasang tiap ikatan pada piring plastik tersebut agar dapat kuat dan kokoh. Mereka memperhatikan dengan seksama agar menjadi ilmu untuk dipraktikan ke depannya baik itu untuk dirumah atau hal-hal lainnya.

Setelah kegiatan merangkai piring plastik selesai, tak luput seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya, kami mengadakan ice breaking yang disambung dengan memberikan snack atau makanan ringan. Kami juga memberikan berbagai pertanyaan untuk pembelajaran dan juga guna mengasah kecepatan otak anak-anak kelas 3 SD: apabila berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Tim kami, maka akan mendapat snack tambahan sebagai penghargaan bagi yang dapat menjawabnya. Ice breaking dilakukan dengan memberikan permainan-permainan seru, sehingga anak-anak pun tidak bosan dan dapat kembali bersemangat.

Setelah adanya sesi pertanyaan dan juga ice breaking, kami saling berfoto sesuai dengan kelompok masing-masing beserta pembimbingnya untuk saling mengapresiasi hasil kerja dari anak-anak kelompok. Serta, tim dan juga anak-anak kelas 3 SDN Candirejo berfoto untuk dokumentasi di pertemuan ketiga ini.

Pertemuan keempat dilaksanakan pada 30 November 2019 dan 02 Desember 2019. Pada tanggal 30 November 2019 kegiatan pertama yang dilakukan yaitu lomba puisi yang diwakilkan oleh masing-masing kelompok . Setelah mereka selesai membacakan puisi, kami beserta anak-anak yang lain melakukan pemungutan suara memilih pembaca puisi terbaik. Setelah melakukan voting kami mendapatkan satu pemenang yaitu Aisyah. Setelah itu kami memberikan hadiah kepada Aisyah sebagai bentuk apresiasi telah berani dan percaya diri dalam membawakan puisinya.

Kegiatan selanjutnya yaitu penyerahan hadiah pembuatan piring plastik yang dilakukan oleh keempat kelompok selama dua pertemuan. Dalam pembagian hadiah reaksi anak-anak sangat antusias dalam menerima hadiah yang kami berikan.

Kegiatan yang kami laksanakan juga yaitu penyerahan doorprize dengan cara menanyakan kembali materi yang pernah disampaikan saat kegiatan sosialisasi. Siapa yang dapat menjelaskan materi dengan lengkap mendapatkan doorprize dari kami.

Pada tanggal 02 Desember 2019 kami memberikan sertifikat kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi kami karena sudah ikut berkontribusi dalam kegiatan manajemen non komersil. Kami juga memberikan tumblr kepada anak-anak sebagai upaya dalam mengurangi sampah botol plastik. Botol minum tumblr ini adalah kenang-kenangan bahwa mereka pernah mengikuti kegiatan daur ulang sampah plastik menjadi piring plastik.

————-

Mulai Januari hingga Maret 2020, kami akan mengunggah tulisan seri
tentang manajemen komunikasi non komersil di bawah supervisi Puji Hariyanti, S.I.Kom, M.I.Kom.
Puji Hariyanti adalah dosen spesialis kajian klaster Komunikasi Pemberdayaan. Ia telah berkali-kali
mendapatkan hibah-hibah dan riset soal pemberdayaan. Berikut ini adalah tulisan-tulisan mahasiswa
Prodi Ilmu Komunikasi UII tahun angkatan 2017 ketika mengambil mata kuliah Manajemen Komunikasi Non Komersil. Tulisan diterbitkan dengan melewati proses bimbingan Puji Hariyanti dan tahap penyuntingan oleh A. Pambudi W.