Internet sebagai bentuk perkembangan teknologi komunikasi telah mempengaruhi praktek-praktek komunikasi. Kehadiran internet telah melahirkan berbagai saluran komunikasi yang memungkinkan para pengguna untuk mencari informasi dengan cepat dan mudah, melakukan komunikasi dengan siapa pun, dan berkomunikasi secara interaktif. Singkatnya, internet telah memberikan kemudahan kepada pelaku komunikasi, mulai dari individu hingga lembaga. Tetapi di samping berbagai kemudahan tersebut, dalam prakteknya penggunaan internet juga masih menimbulkan kegamangan. Tema-tema tersebut hadir dalam Jurnal Komunikasi edisi April 2014.

Tulisan Imam Nuraryo tentang pemanfaatan situs jejaring sosial oleh mahasiswa Muslim Indonesia yang menempuh studi di luar negeri membuka edisi kali ini. Subjek yang diteliti adalah 10 mahasiswa Muslim Indonesia yang tengah menempuh atau telah menyelesaikan studi di Austalia. Hasil penelitian adalah mayoritas informan menggunakan situs jejaring sosial untuk berbagi informasi tentang Islam, cara menyesuaikan diri di lingkungan non-Muslim, berbagi pengalaman kultural seperti menghadapi stereotipe atau mencari makanan halal dan tempat sholat.

Pemanfaatan jejaring sosial oleh lembaga dibahas oleh Ita Suryani dengan mengambil contoh kasus akun media sosial milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkeraf RI) dan Dinas Pariwisata dan Budaya Propinsi Jawa Barat. Suryanti menyimpulkan pemanfaatan media sosial tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mempromosikan produk dan potensi lokal Indonesia dalam rangka menghadapi kompetisi di ASEAN Community 2015.