Belajar Adablah Sebelum Belajar Ilmu

Reading Time: 2 minutes

Para ulama terdahulu banyak yang menekankan dan mempraktikan belajar adab dahulu sebelum belajar ilmu. Ini berguna agar keberkahan ilmu tidak hilang karena tak mengerti adabnya. Pada gilirannya, orang bisa mencapai sukses juga dengan adab mulia tersebut karena mendapatkan barokah dari ilmu.

Begitulah kata Imam besar, Imam Malik, kata Subhan Afifi mengutip. Subhan mengatakan sudah banyak contoh penghafal quran yang memiliki akhlak yang baik, mendapatkan prestasi sebagai bonusnya. “Jangan sampai, orang itu pintar, IPK-nya tinggi, tapi oleh teman sendiri kehadirannya tidak diharapkan. Pedasnya omongan dan jempol (media sosial) bisa bikin lubang-lubang di hati,” kata Subhan Afifi, Dosen Komunikasi UII, salah satu penulis buku Adab Mahasiswa: Panduan Adab Mulia Pencari Ilmu pada Sabtu, 19 Juni 2021. Subhan berbicara dalam Peluncuran Buku tersebut secara daring dengan tema Membangun Karakter Mahasiswa yang Beradab di Era Disrupsi.

Buku ini adalah kerja bareng berempat, “Saya Subhan Afifi dari Komunikasi, Ibu Banatul Murtafiah dari PBI, Ibu Nanum Sofia dari Jurusan Psikologi, dan Rizki Dian Nursita dari Jurusan HI,” jelas Subhan. Buku ini awalnya adalah dimulai dari surat tugas, “tetapi karena concern kami adalah dunia pendidikan, maka bisa lahirlah buku ini.”

Pendidikan islam, yang dibahas dalam buku ini, berupaya menciptakan insan adaby. Insan adaby adalah manusia yang dengan pendidikannya membuat pemilik ilmunya menjadi manusia beradab. “Beradab artinya tidak hanya pada dirinya, tapi juga lingkungannya,” kata Subhan.

Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, salah satu pembicara mengatakan, bahwa apa yang dilakukan mahasiswa adalah memikirkan apa yang diciptakan Allah. Semua yang diciptakan Allah itu tidak ada yang sia-sia. “Pertanyaannya bagaimana supaya yang diciptakan itu tidak sia-sia? Kita punya beragam ciptaan tuhan itu, maka diciptakanlah teknologi agar tidak sia-sia,” papar Imam.

Imam mengatakan, Teknologi juga kalau tidak terkendali malah merusak. “Maka lalu diteruskan dengan sebuah ketaatan agar menjauhkan diri dari neraka dengan cara mengendalikan teknologi agar tidak merusak,” kata Imam. Menurut Imam, buku Adab Mahasiswa ini bagus sekali, “sayangnya anak sekarang kan tidak terlalu telaten baca 200-an halaman,” ucapnya. Imam menyarankan sebaiknya ada edisi singkat sekira 15-20 halaman dari buku ini. ”Biar nanti penasaran lalu membaca keseluruhan.”

Menurutnya, secara isi buku ini komplit sekali. Mulai dari adab pada Allah, pada ilmu, adab pada guru, pada institusi, pada sesama teman, pada quran, pada rasul. “Sampai kita kuliah dengan daring ini masuk. Adab menggunakan media sosial dan internet ini ada,” katanya.

==============

Ikuti kelanjutan berita ini di tautan berikut.