Apa yang Akan Kamu Dapatkan di Internasional Program of Communication (IPC)

Reading Time: 2 minutes

IPC dikenal sebagai International Program of Communication. Bagi mahasiswa IP, manfaat yang selama ini dirasakan adalah kesempatan mendapatkan relasi international dari berbagai negara, kegiatan international dan variasi pengalaman internasional lainnya. Hal itu beberapa hal yang didapatkan masuk sebagai mahasiswa IPC. Selain itu, program Exchange Student juga menambahkan ketertarikan selama berada di IPC. Seperti beradapatasi lingkungan baru, keterampilan, mendapatkan relasi, serta pengalaman. Hal itu didapatkan melalui Program Exchange Students, kata Muthia Maharani, mahasiswa Ilmu Komunikasi UII program internasional, angkatan 2018.

Pengalamannya berkuliah di IP Komunikasi UII membuat Muthia memiliki perkenalan sampai di tingkat asia. “kemarin waktu ikut P2A, kami didorong untuk bikin travel writing. Itu membuat kamu berkenalan dengan banyak orang. Relasi saya jadi bertambah dari Vietnam, Kamboja, Thailand, juga Malaysia,” kata Muthia.

Muthia mengatakan kebanyakan mahasiswa hanya mengandalkan teori saja, tapi tidak untuk di IPC. “Bila masuk IPC, di sini mengajarkan teori sekaligus praktik,” katanya, dalam obrolan santai mengenal lebih dalam “apa itu IPC” pada 29 Agustus 2020. Muthia dipandu Muhammad Asadzikri, wakil ketua International Program Forum Fakutas Bisnis dan Ekonomika UII, membagikan pengalamanya selama berkuliah di IPC.  Paparannya itu disiarkan melalui Live Instagram IPF UII.

Bagi Muthia, keterampilan presentasi ataupun public speaking adalah hal wajib yang harus dikuasai ketika masuk di Komunikasi UII program international. Tentu saja dalam praktek tidak akan langsung sempurna. Kita akan belajar bersama di IPC secara perlahan bagaimana mempelajari Bahasa Inggris agar fasih. Serta menganalisa kekurangan apa yang dimiliki oleh mahasiswa International Program di Komunikasi UII.

“Di IPC, teori diberikan dan langsung harus praktekan, itulah poin penting,” kata Asadzikri moderator diskusi live IG tersebut. “Praktik-praktik presentasi berbahasa inggris di kelas, menulis dengan standar academic writing, semacam meningkatkan percaya diri kita juga dalam menggunakan bahasa inggris,” sambung Muthia.

Salah satu peserta diskusi juga ikut bertanya. Sikap gugup, nervous, demam panggung adalah kendala untuk mempelajari public speaking, bagaimana mengatasinya, ketikanya di layar komentar instagram. Muthia mengatakan mengatasi hal tersebut tak bisa serta merta. Prosesnya perlahan diajarkan di IPC. Sering berbicara di depan umum dan presentasi adalah salah satu cara yang akan diajarkan di IPC. Kunci lain adalah mencari cara belajar yang menyenangkan menurut pribadinya masing-masing. ”Sering belajar berbicara di depan umum praktekkan, dari situ rasa gugup akan hilang,” kata Muthia.

Muhammad Asadzikri mengatakan pandangan senada. Bahwasanya Introvert adalah sifat natural manusia. Bagaimana melawan rasa Introvert harus dipecahkan. “Kita makhluk sosial, public speaking hal penting, hilangkan rasa introvert.” kata Asadzikri menambahkan.

———-

Penulis: Ridwan Ainurrahman,  Mahasiswa Magang Ilmu Komunikasi UII. Angkatan 2016

Editor: A. Pambudi W