Melakukan Sedekah tapi Pilih-pilih, Memangnya Boleh?
Kerap kali ketika kita akan bersedekah, kita berpikir ‘apakah sedekah yang dilakukan tepat sasaran?’ sehingga kita cenderung pilih-pilih dalam memberikan sedekah. Lantas bagaimana seharusnya kita bersedekah?
Keutamaan sedekah tertulis dalam Al-Qur’an di surat Ali Imran: 92, yakni “Kamu tidak akan memperoleh Kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu, sungguh Allah Maha Mengetahui.”
Hadis lain menyebutkan bahwa “Sesungguhnya sedekah pasti bisa meredam orang-orang yang melaksanakannya dari hawa panasnya kubuh. Pada hari kiamat, orang yang beriman akan mendapat naungan (berteduh) di bawah sedekahnya (saat di dunia).” (Syu’abul Iman: 3076)
Terkait memilih kepada siapa kita bersedekah, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII, Fatma Nuraini Zahra, menyebutkan bahwa bersedekah seharusnya diutamakan kepada orang terdekat, yakni sanak famili yang membutuhkan.
“Dalam bersedekah kita bisa menyampaikan kepada yang lebih utama, atau mendahulukan kepada orang-orang terdekat, keluarga, dan orang-orang yang membutuhkan,” ucapnya.
Pernyataan itu sesuai dengan pesan Rasulullah SAW, “Wabda’u biman ta’ulu” yang berarti “Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu”.
Fatma Nuraina Zahra juga menambahkan bahwa dalam bersedekah, hal paling utama adalah soal keikhlasan hati. Sedekah tak hanya soal materi, namun sesederhana memberikan makanan, kado, bahkan senyuman.
“Kemudian, yang tidak kalah penting adalah bukan hanya kepada siapa yang kita perhatikan, tapi persoalan bagaimana keikhlasan kita dalam bersedekah. Jadi, tidak perlu takut lagi ya, sedekah kita salah sasaran,” pungkasnya.



