,

Ketika Pembelajaran Tidak Harus Selalu di Dalam Kelas: Menelusuri Inside Out School Magelang

Ketika Pembelajaran Tidak Harus Selalu di Dalam Kelas: Menelusuri Inside Out School Magelang

Suasana pagi hari di Inside Out School terasa cukup berbeda dibandingkan dengan sekolah biasanya. Tidak ada kesan terburu-buru untuk segera memulai pembelajaran, dan juga interaksi para siswa dengan guru dibuat lebih santai namun tetap sopan. Di tengah konsep cara belajar yang selama ini identik dengan suasana kegiatan sekolah yang mempunyai ruang kelas, siswa yang banyak, dan seragam sekolah. Inside Out School menawarkan pengalaman pendidikan yang berbeda dari sekolah pada umumnya. Di tempat ini, proses belajar tidak hanya sekadar tentang materi pelajaran dan nilai yang diperoleh, tetapi juga tentang bagaimana peserta didik dapat mengenali diri, mengembangkan potensi, dan menemukan metode belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Inside Out School merupakan nama sekolah alam tempat belajar yang berlokasi di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, yang berdiri pada akhir Juni 2025. Pendiri sekolah tersebut adalah Sulistiyawati, alumni Ilmu Komunikasi UII angkatan 2006. Metode pembelajaran yang diajarkan adalah dengan memberikan ruang kepada para siswa untuk mengeksplor apa yang mereka inginkan untuk dipelajari tanpa membatasinya, tetapi juga tetap mengarahkan supaya ilmu yang mereka serap dapat berjalan dengan maksimal.

Kegiatan berkebun menanam sawi PKBM Inside Out School

Kegiatan berkebun menanam sawi PKBM Inside Out School

Sebelum pembelajaran dimulai, mereka mengawali kegiatan dengan bersih-bersih area belajar, kemudian dilanjutkan dengan berdoa, lalu siswa diarahkan ke masjid dekat sekolah untuk melaksanakan salat dhuha. Selepas itu, kegiatan belajar pun dimulai, ada yang belajar huruf hijaiyah, ada yang belajar matematika, dan ada juga menggambar tentang objek yang ada di sekitar, setelah selesai melakukan kegiatan belajar di area dalam, para siswa diajak para pamong atau tutor mereka untuk bermain ke alam dengan kegiatan swasembada pangan yang bertujuan untuk memproduksi kebutuhan pangan dan dapat dimanfaatkan secara mandiri. Kegiatan yang dilakukan adalah berkebun dengan membuat pupuk tanaman sawi, setelah berkebun para siswa kemudian diajak untuk diskusi buku yang bebas dipilih oleh tiap siswa, masing-masing satu orang diminta untuk menceritakan buku yang mereka baca, kemudian memberikan kesimpulan mengenai buku tersebut dan semua rangkaian kegiatan belajar diakhiri dengan doa penutup.

PKBM Inside Out School

PKBM Inside Out School

Ketua PKBM Inside Out School Magelang, Sulistiyawati, menjelaskan bahwa apa yang ingin Inside Out School berikan kepada peserta didik yang mungkin tidak didapatkan dari sekolah pada umumnya adalah ruang untuk berkembang sesuai potensi, minat, dan bakat masing-masing anak, bukan memaksa semua anak mengikuti standar yang sama seperti di sekolah formal.

“Anak-anak itu ibarat mereka benih. Kalau dia biji jagung, ya biar dia keluar jagung, bukan malah dipaksa untuk jadi padi kayak teman-temannya. Jadi itulah kenapa proses belajar yang akademik atau yang terstruktur itu porsinya kecil, hanya untuk menajamkan kalau dia memang bibit jagung ya biarkan tumbuh jadi jagung yang subur,” ujarnya.

Pada akhirnya, Inside Out School tidak hanya menawarkan tempat untuk belajar, tetapi juga mencoba membuat ruang bagi peserta didik untuk menemukan cara belajarnya sendiri. Di tengah aktivitas yang berlangsung dengan suasana yang sederhana dan tidak terlalu formal, pendidikan di tempat ini berjalan dengan satu gagasan bahwa setiap siswa memiliki cara yang berbeda untuk tumbuh dan berkembang.

Penulis: Alfan Faeruza

Editor: Meigitaria Sanita