,

Agus Magelangan: ‘Humor sebagai Pintu Masuk Literasi Politik’

Agus Magelangan

“Berita Ndlogok Hari ini” menjadi salah satu konten andalan di Instagram Agus Magelangan atau Agus Mulyadi. Influencer sekaligus penulis asal Magelang ini selalu menyelipkan sisi humor dalam konten politik. Hasilnya, lebih dari ratusan ribu orang menontonnya. Hal ini menjadi bukti bahwa humor adalah pintu masuk atau entry point agar orang mau membaca dan berinteraksi dengan peristiwa politik.

Sepakat atau tidak, kondisi masyarakat Indonesia yang sudah lelah dengan berbagai kabar buruk atas kebijakan pemerintah justru sering mentertawakannya, atau tertawa getir akibat lelah untuk marah. Selain itu, dalam psikologi publik, manusia cenderung tertarik pada hal lucu sebelum hal serius.

“Masyarakat secara instinktif suka dengan hal-hal yang lucu,” ucap Agus Magelangan pada 15 Juni 2026.

“Banyak peristiwa besar yang rakyat butuh tahu, tapi mereka tidak tahu isu ini padahal penting banget, tetapi ketika kita menyentil sisi-sisi lucu dari peristiwa itu, orang-orang jadi tahu,” ucapnya lagi.

Selain itu, kesenjangan informasi menjadi faktor publik tidak terpapar informasi penting. Lagi-lagi alasannya adalah kemasan yang tidak menarik. Ia memberikan contoh kasus korupsi triliunan rupiah yang dilakukan Setyo Novanto. Masyarakat sama sekali tak tertarik dengan proses hukum dan peradilannya. Masyarakat justru memahami kasus tersebut lantaran peristiwa menabrak tiang listrik.

“Contoh tiang listrik yang ditabrak Setyo Novanto itu langsung ramai,” tambah Agus.

Baginya, humor menjadi strategi komunikasi untuk menyampaikan eskalasi politik yang begitu kompleks untuk dibicarakan. Selain itu, Agus mempercayai teori bahwa 15 persen menjadi tipping point sebuah perubahan di sebuah kelompok. Ia mengilustrasikan jumlah audience yang terpapar informasi politik seribu orang, misalnya, mungkin hanya puluhan orang yang akan melakukan tindakan politik.

“Untuk membuat perubahan itu butuh 15 persen dari sebuah populasi yang melek politik. Orang-orang sekarang siapa sih yang mau melek politik. Orang-orang cenderung suka politik kalau ada sisi entertain-nya,” jelasnya.

Dari realitas di lapangan dan preferensi publik, orang-orang akan terbuka terhadap isu politik jika dikemas dengan hiburan. Hasilnya, humor terbukti meningkatkan engagement dan minat baca publik.

Dari pengalamannya membaca audience, humor adalah level paling dasar yang bertugas menjadi pemapar isu politik. “Aku selalu merasa bahwa dalam tindakan politik selalu berjenjang. Sebelum orang melakukan tindakan politik dia harus memahami politik, sebelum memahami politik dia harus tahu isi politik, sebelum tahu isi politik dia harus terpapar peristiwa politik. Porsi humor berada di level mengajak orang-orang mengetahui peristiwa-peristiwa politik di negeri ini,” tandasnya.

Penulis: Meigitaria Sanita