• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Prodi Ilmu Komunikasi UII Mendukung Terlaksana FFPJ #8

Email Print

Festival Film Pelajar kembali digelar untuk kedelapan kalinya di Pondok Pemuda Ambarbinangun Yogyakarta, Bantul. Kegiatan FFPJ#8 ini berlangsung dari tanggal  16-17 Desember 2017. Terdapat ratusan siswa yang terdiri tingkatan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian dari FFPJ#8 juga diisi dengan beberapa kegiatan seperti Seminar Nasional, Kelas Pendidik, Kelas Seni & Kreativitas, Screening Film dan beberapa kegatan lainnya yang produktif. Terdapat 13 penghargaan yang diberikan untuk kategori film fiksi dan dokumenter dari tingkatan Sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Kaprodi Ilmu Komunikasi UII, Muzayin Nazaruddin, mengungkapkan bahwa festival film yang ideal itu adalah festival yang menjadi tempat bertemunya filmmaker dan berkembang, dalam hal ini konteksnya pelajar yang suka memproduksi film (16/12). “Harapannya kemudian FFPJ bias menjadi sebuah pergerakan sosial. Dimana film bukan hanya untuk sekedar film, tetapi film untuk perubahan sosial yang lebih besar.

Penanggungjawab FFPJ, Tomi Taslim juga berpesan bahwa siapa pun yang ikut terlibat dapat menoba memahami bahwa festival ini merupakan proses pembelajaran untuk berapresiasi secara kritis, berliterasi untuk kritis dan film merupakan saranya untuk itu. “Harapannya ke depan semoga FFPJ tetap istiqomah dan memegang teguh nilai-nilai yang dipegang yang mewarnai aktivitas festival, seperti misalkan nilai kemandirian,” ujar Tomi (16/12).

 

Penulis: Risky Wahyudi

Pengumuman Daftar Mahasiswa Yang Belum Mengumpulkan Kartu Bimbingan

Email Print

Silahkan Download

Commart Fest 2017 : DO It Your Self

Email Print

Yogyakarta- Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia kembali menggelar Communication Artcademic  Festival 2017 setelah sukses menggelar sebelumnya di tahun 2015. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Comart Fest 2017  kembali lagi digelar di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Terdapat beberapa rangkaian kegiatan seperti Art Exhibition, National Competition, Public Discussion, Art Performance, Bazaar dan Awarding Night yang berlangsung dari tanggal 14-16 Desember 2017 dari jam 08:00-22:00 WIB.

Mengusung tema Do It Your Self, Commart Fest 2017  menyajikan atmosfer bagaimana kuliah di dunia komunikasi khususnya di Prodi Ilmu Komunikasi UII. Hal tersebut terlihat pada rangkaian acara Art Exhibition yang turut melibatkan karya dari mahasiswa, dosen, dan staf dari prodi Ilmu Komunikasi UII berupa foto, film, instalasi dan beberapa karya akademik lainnya. Tidak hanya itu saja, euphoria dunia komunikasi pun juga dituangkan melalui  Public Discusion.  Mengundang Eddie Cahyono (Film Director), Bimo Pradityo (Photographer), Nanang Rakhmad Hidayat ‘Nanang Garuda’ (ISI Lecture), dan Agus Yulianto (ISI Lecture) sebagai pemantik diskusi untuk barbagi wawasan.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UII, Muzayin Nazaruddin, mengungkapkan bahwa Commart Fest 2017 ini sengaja dilaksanakan di luar kampus dengan pertimbangan cangkupan audien yang lebih luas (14/11/2017). “Harapannya semoga event ini mampu meningkatkan kualitas karya mahasiswa dan bisa menjadi media untuk memamerkan karya ke publik Jogja,” papar Muzayin.

Penulis: Risky Wahyudi

Foto: Tim PDD Commart Fest 2017

PENGUMUMAN CEPT CAMP BATCH X

Email Print

Pengelolaan Artistik dalam Event Perlu Memperhatikan Aspek Nilai Lokal

Email Print

Yogyakarta- Artistik memiliki peran penting ketika mengelola suatu event. Melalui artistik mampu memberikan gambaran bagaimana konsep yang hendak disuguhkan kepada audiens dan bahkan juga mampu menjadi identitas tersendiri bagi event tersebut. Selain itu juga, dalam pengelolaan artistik dalam event perlu memperhatikan aspek nilai lokal.

Berangkat dari hal tersebut, PSDMA Nadim Komunikasi UII menggelar diskusi rutin bulanan yang mengangkat tema Manajemen Artistik dalam Event, Kamis (25/11/2017). Turut mengundang pemateri yang cukup cukup berkompeten di bidangnya Supono atau kerab dikenal dengan Pono Gimbal untuk berbagi pengalamannya di hadapan mahasiswa di RAV Lantai 2  gedung Prodi Komunikasi UII. Pono sebelumnya pernah menjadi direktur artistik dalam beberapa event besar seperti Dieng Culture Festival, Festival Pesona Telaga Menjer, Gumelem Ethnic Carnival, dan Pasa Harau Art and Culture Festival.

Pono menjelaskan bahwa ketika hendak mengelola suatu artistik, penting sekali memperhatikan apa potensi yang terdapat di sekitaran wilayah tempat diadakannya event tersebut. Karena dengan begitu tentunya akan mampu memperkenalkan  identitas dari suatu daerah dan menarik perhatian orang luar daerah untuk menghadiri event tersebut. Sebelum menentukan konsep artistik, perlu dilakukan riset untuk mengatahui apa saja potensi yang terdapat di sekitar wilayah tersebut. Sehingga nantinya konsep bisa berpatokan dari hasil temuan riset di lapangan. “Terkadang melalui masyarakat yang ada di sana bisa memunculkan ide atau wawasan,” ujar Pono.

Pono juga menjelaskan bahwa selama menggarap event perlu menumbuhkan rasa kebersamaan hingga memunculkan nilai kekeluargaan. Ketika diakhir sesi  Ia juga menjelaskan bahwa aspek atitude perlu diperhatikan ketika bekerja. Karena melalui atitude yang baik akan membantu mempermudah urusan  dalam pekerjaan.

 

Penulis: Risky Wahyudi

Foto: Risky Wahyudi