• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Diskusi Prangko dan Jejak Memori

 

..

Pusat Studi dan Dokumentasi Media Alternatif Komunikasi Universitas Islam Indonesia menyelanggarakan diskusi bertajuk Perangko dan  Jejak Memori. Diskusi tersebut digelar pada hari Jumat (04/08/2017) di gedung RAV  lt 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia. Turut mengundang Agung Ayu Daninda, seorang filatelis (kolektor prangko) yang telah menekuni hobinya ini semenjak usia delapan tahun.

Prangko adalah bagian yang harus ada saat berkirim surat melalui pos dan merupakan tanda bukti pembayaran. Meskipun begitu, ternyata prangko tidak hanya sekedar suatu benda yang menempel pada sepucuk surat. Terdapat beberapa hal menarik pada prangko yang bisa diamati. Seperti contohnya gambar, tematik, periodisasi, dan penerbitannya yang dilakukan negara dan dicetak bersamaan dengan uang oleh Peruri. Sehingga prangko bisa diamati sebagai media visual dengan berbagai sudut pandang.

Hal ini lah yang menjadi alasan Ayu mengoleksi prangko. Tidak hanya sebagai barang koleksian, melainkan juga menjadikannya sebagai subjek penelitian. Ayu merupakan seorang filatelis yang juga konsisten dalam menekuni studi tentang prangko sekaligus memposisikan prangko sebagai media literasi  dengan metode bercerita, bermain, serta berkolaborasi lintas kreasi (mix media) dan generasi. Ia juga berbagi pengalaman bagaimana melalui melalui prangko bisa mengajarkan banyak hal kepada anak-anak.

Ketika diskusi Ayu juga menyampaikan bahwa prangko merupakan media alternatif yang bisa diteliti dalam kajian komunikasi. Menurutnya prangko merupakan pilihan yang tepat sebagai kajian media alternatif. Sehingga banyak hal yang bisa dikaji pada prangko dari berbagai perspektif.

Penulis: Risky Wahyudi

Foto: Intan Zezarani