• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Menelisik Profesi PR di Yogyakarta, Narayana Diganjar Bestpaper di Konferensi Nasional Perhumas

UII Yogyakarta— Bermula dari rasa penasaran pada langkanya profesi Public Relation  (PR) yang bersasal dari lulusan komunikasi, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Narayana Mahendra Prastya, S. Sos. MA, menggiringnya pada sebuh konferensi Nasional yang diselenggarakan oleh Perhimpunan hubungan Masyarakat (Perhumas). Rasa penasaran dan kajian yang ia lakukan berbuah manis. Makalahnya diganjar sebagai makalah terbaik. 

Kamis 23 Maret 2017 yang lalu Narayana terpilih untuk mempresentasikan hasil risetnya dalam sebuah konfrensi yang diselenggrakan oleh  Perhumas BPC (Badan Pengurus Cabang) Yogyakarta bekerjasama dengan ASPIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi). Dari 50an pemakalah, makalahnya dinilai sebagi yang terbaik yang dipresentasikan dalam konfrensi tersebut.

Dalam konfrensi yang bertajuk  "Mengembangkan Public Relations yang Strategis dan Terintegrasi Antar Sektor dan Komponen Bangsa" itu, Narayana mengungkap mengapa lulusan komunikasi malah tersisih dari dunia kerja public Relation, khususnya di berbagai perusahaan di Yogyakarta. “Saya ingin mengetahui mengapa lulusan komunikasi cenderung tersisihkan dalam bidang kerja komunikasi,” ungkap Narayana.

Dalam makalahnya yang berjudul “ Kompetensi SDM Public Relations di Yogyakarta” itu, Narayana justru mendapatkan fakta menarik tentang bagaimana perusahaan, khususnya di Yogyakarta, dalam standar rekruitmen Public Relationnya. Pada umumnya, menurut hasil temuan Narayana, perusahaan tidak terlalu mementingkan profesi PR dari gelar yang dimiliki oleh calon PRnya. “ Yang terpenting adalah passion terhadap pekerjaan PR. Karena dari passion itu lah seseorang akan lebih bertanggungjawab pada profesinya,” imbuh Narayana menjelaskan datanya terkait kompetensi PR di berbagai perusahaan.

Penulis: Sulistiyawati

Foto: dokumen Narayana