• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Prodi Ilmu Komunikasi Dorong Implementasi Keilmuan Multidisiplin

Ilmu yang bermanfaat dan kuat adalah ilmu yang dapat diaplikasikan dan bermanfaat secara menyeluruh di tengah masyarakat. Untuk dapat diaplikasikan secara menyeluruh, maka ilm haruslah dapat mengakomodir setiap kebutuhan dan masalah di masyarakat dalam berbagai lini dan sendi kehidupan.

Pemecahan masalah yang kompleks juga membutuhkan serangkaian jalan keluar yang berantai. Ilmu satu dengan yang perlu saling disilaturahmikan dan diintegrasikan untuk membuat solusi atas masalah. Sebut saja masalah konflik agraria di Rembang yang berhadapan dengan pabrik semen. Ada kepentingan ekonomi, kepentingan akan kebutuhan semen dunia, ada persoalan APBD, persoalan HAM akan penghidupan, kerusakan alam, kebutuhan akan air, dan persoalan lainnya. Tentu, sebagai akademisi harus dapat melihat persoalan di masayarakat dengan lebih adil dengan mempertimbangkan hajat hidup banyak orang dan keadilan atas alam semesta.

Persoalan kompleks diatas juga harus dilihat dari dengan perspektif keilmuan yang beragam. Prodi ilmu Komunikasi dengan jargonnyaCommunication For Empowerment, mendorong implementasi keilmuan yang multidiplin dengan menhadirkankan beragam ilmu yang beragam dalam pengajarannya. Muzayin Nazaruddin, selaku ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas islam Indonesia UII), pada 10 Februari 2017 kemarin menuturkan, “jangan ragu untuk memberikan berbagai disiplin ilmu kepada mahasiswa.”

Nazaruddin mengajak seluruh dosen untuk memberikan dan mengajak mahasiswa untuk belajar dengan berbagai macam ilmu selain ilmu komunikasi sebagai core keilmuan. Ia menyaran seluruh dosen untuk memberikana project kelas dan menghadirkan dosen luar atau praktisis atau aktivis untuk berbagai dan diikutsertakan dalam kegiatan yang membutuhkan beragam disiplin ilmu. “Jika bapak-ibu (dosen) punya teman dengan keilmuan yang berbeda, yang kemudian bisa men-support dan bisa dikaitkan dengan perkuliahan bisa diajak untuksharing dengan mahasiswa di kelas,” lanjut Nazaruddin.

Menghadirkan orang-orang dengan latar belakan keilmuan yang beragam, dihadapkan langsung dengan persoalan real di masyarakat akan membuat mahasiswa semakin kuat memahami dan mengimplementasikan keilmuannya. Kerena sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat.

 

Penulis: Sulistiyawati

Foto: Sulistiyawati