• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Seminar Publik "Mengkritisi Berita Gempa di Televisi (Kasus Gempa Sumbar)

Prodi Ilmu Komunikasi UII bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Yogyakarta, menyelenggarakan seminar di Ruang Sidang MSI UII Demangan Yogyakarta, pada Hari Kamis, 8 Oktober 2009, pukul 16.00 - 17.30 WIB. Seminar publik ini mengkritisi berita gempa di televisi yang terjadi di Daerah Sumatera Barat. Hadir sebagai pembicara yaitu Hendry Subiyakto. MA (Staf Ahli Menteri Komunikasi & Informatika RI dan Dosen FISIP Universitas Airlangga Surabaya), dan Rachmat Arifin (Ketua KPID Yogyakarta) sebagai narasumber.

Seminar yang dihadiri lebih dari 40 peserta yang berasal dari civitas mahasiswa & dosen maupun dari praktisi media ini lebih banyak mengkritisi media-media televisi yang melakukan pelanggaran baik dalam kode etik jurnalistik maupun dari tujuan media itu sendiri. Indikasi-indikasi pelanggaran yang ditampilkan oleh media televisi dalam pemberitaan gempa di Padang antara lain: penayangan gambar korban yang berdarah-darah, korban yang sedang sakit parah justru di interogasi, dan durasi dan frekwensi yang berulang-ulang menimbulkan efek traumatis.

Bila dicermati lebih jauh lagi, sebenranya  Pasal 30 Peraturan KPI No 03/2007 mengenai Standar Program Siaran/SPS, merupakan aturan yang membatasi media agar dapat menerapkan kode etik Jurnalistik yang selama ini sedikit terkesampingkan. Pasal 30 tersebut antara lain berisi tentang larangan gambar luka-luka yang diderita korban kekerasan dan kecelakaan tidak boleh disorot dari dekat, gambar potongan tubuh atau kekerasan tingkat berat, dan genangan darah karena kecelakaan atau bencana harus disamarkan. Sebagai hasil kesimpulan akhir dari seminar ini yaitu media harus mempunyai tujuan yang beretika dalam menampilkan berita-berita bencana kepada khalayak umum, yaitu sebagai penggugah solidaritas dari para penontonnya dan bukan justru menumpulkan empati dari pemirsa.