• Office: +62-274-898444 ext. 3267

Diskusi dan Bedah Buku “Apa Pilihanmu? Pengendalian Diri atau Pengendalian Negara”

Email Print

Prodi ilmu komunikasi menggelar Bedah Buku: “Apa Pilihanmu? Pengendalian Diri atau Pengendalian Negara”  di RAV Komunikasi lantai 3, Gedung Program Studi Ilmu Komunikasi UII. Bedah buku tersebut digelar pada Rabu, 27 April 2018. Turut mengundang Rofi Uddarojat dari SuaraKebebasan.org  sebagai narasumber dalam acara tersebut.

Buku “Apa Pilihanmu? Pengendalian Diri atau Pengendalian Negara” merupakan kumpulan tulisan dari beragam pakar, mulai dari ekonomi, sosial, dan politik yang  dieditori oleh Tom G. Palmer. Buku ini mencoba mecoba menjelaskan permasalahan sosial dengan pendekatan baru. Topik pembahasannya tidak berada disektor tertentu namun mencoba menjelaskannya secara umum.

Perdebatan yang sering muncul ialah pertanyaan ‘sejauh mana peran Negara?’.  Turunannya ialah dalam hal mengatur Sesuatu `apakah diatur Negara atau bebas mengatur diri sendiri`. “Point terpeting dicoba untuk menjelaskannya ialah bahwa kita kita bisa memilih atau melakukan self control. Walau pun begitu Bukan berarti tidak mendengarkan Negara namun bisa mengacu pada pandangan pendapat Negara,” ungkap Rofi (27/4).

“Dalam hal ini ada pilihan yang dibatasi oleh Negara. Ketika kita tidak dibiarkan memilih berarti sudah terbentuk state control Negara,” jelasnya lagi.

Rofi juga menjelaskan bahwa melalui penjelasn buku tersebut (pada Bab 4)  dapat dipahami  sesorang dapat berperilaku irasional terhadap sesuatu ya, apabila diri nya tidak mendapatkan sesuatu yang ia inginkan tersebut. Ketika ada state control, individu tidak bisa lagi berfikir suatu resiko dengan jernih. Logikanya ialah ketika ada kebebasan untuk memilih, dan pastinya akan ada keputusan untuk bertanggungjawab.

“Pilihan itu harus dipilih dan dilakukan secara sadar, dewasa, dan tidak dipaksa oleh negara. Manusia dewasa adalah manusia yang memilih pilihannya sendiri,” jelas Rofi.

 

Penulis: Risky Wahyudi

Tidak Ada Kalimat Sosok Inspiratif dalam Film Dokumenter Melawan Batas

Email Print

Tuli bukan menjadi hambatan bagi Robi untuk terus berkarya. Terbukti dengan semangat dan ketekunannya Robi tetap mampu berkarya dan mendalami dunia seni layaknya manusia pada umumnya. Banyak prestasi yang telah diukir oleh robi dalam proses pencapaian cita-citanya.

Diawali dengan scene Robi meyetir mobil mampu memikat perhatian penonton. Kemudian dilanjutkan dengan gambaran prestasi apa saja yang berhasil diraih oleh Robi mampu membangkitkan emosi penonton bahwa pada hakikatnya semua manusia itu sama. Kevin maulana Rijal sang sutradara Film Melawan Batas mencoba untuk mengemasnya dalam pendekatan film documenter ekspasitori. Di mana segala informasi tentang robi bisa didapatkan dan dirangkai melalui orang-orang terdekat robi.

Pada film ini Kevin mencoba menjelaskan bahwa difabel dengan manusia normal itu pada hakikatnya setara.  Sama-sama bisa berusaha dan sama-sama bisa untuk mengukir prestasi. Melawan batas menjelaskan bahwa Robi adalah seorang tuli yang menikmati dunia seni dan berhasil banyak mengukir prsetasi juga menghasilkan beragam karya.

Pemutaran film Melawan Batas ini digelar di RAV gedung Prodi Ilmu Komunikasi pada 20 April 2018 pada pukul 14:00. Pada pemutaran tersebut juga diundang langsung Robi sembagai Guest Speaker dalam acara Screenning dan Diskusi Film Tugas Akhir Mahasiswa Komunikasi UII. Diskusi bersifat interaktif dan berhasil menghasilkan gagasan dan pemikiran menarik tentang difabel. Edwina salah seorang narasumber pada film tersebut turut hadir dan mengapresiasi positif film karya Kevin tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi film ini. Karena pada film ini saya tidak menemukan kalimat sosok Inspiratif layaknya pada tayangan media pada umumnya,” Ujar Edwina.  Menurutnya kalimat tersebut malah bentuk penyudutan bagi teman-teman difabel. Karena pada dasarnya teman-teman difabel tidak ada masalah dengan dirinya karena mereka masih optimis untuk bisa beraktivitas dan tidak menganggap itu sebagai hal yang perlu untuk dikasihani, hanya saja angle media seringkali menampilkan difabel sebagai sosok yang memprihatinkan.

 

Penulis: Risky Wahyudi

Bedah Buku ‘Pelangi di Timur Tengah’ Digelar di Prodi Ilmu Komunikasi UII

Email Print

Kolaborasi antara PSDMA Nadim Komunikasi UII bersama KLIK18 menggelar bedah buku Pelangi di Timur Tengah dengan  mengundang langsung kreatornya, Denty Piawai Nastitie, Rabu (18/4/2018) di RAV Prodi Ilmu Komunikasi UII. Buku ini merupakan buku fotografi dari hasil dokumentasi perjalanan Denty pada akhir tahun 2015 silam keempat Negara Timur Tengah, yaitu Mesir , Israel, Palestina, dan Jordan. Buku ini diterbitkan pada tahun 2017 silam dengan dikuratori oleh Oscar Motulah dan di desain oleh Andi Ari Setiadi. Bersama Oscar Motuloh buku ini disusun agar bisa memberikan ciri khas perjalanan bersama rombongan.

Ketika diskusi, Denty menjelaskan bahwa perjalananya ini memunculkan pandangan baru bagi dirinya terhadap Timur Tengah yang semula dalam bayangannya identic dengan konflik dan perang. Ia menemukan praktek kehidupan sosial yang rukun dan menjunjung keberagaman. Melalui buku ini Denty mencoba untuk menjelaskan adanya nilai toleransi di Timur Tengah ketika sedang maraknya isu diskriminasi SARA di Indonesia.

Backgroundnya sebagai penulis membuat Denti percaya bahwa buku foto ‘Pelangi di Timur Tengah’ ini memiliki kekuatan dari segi cerita. Sehingga dengan kata lain untuk sekarang ini seorang fotografer tidak hanya cukup memiliki foto yang bagus, namun juga mesti  berhubungan dengan cerita yang kuat. “Fotografer sekarang harus sering dengar cerita dengan orang lain. Sehingga dengan sering mendengar cerita tersebut mampu membuat foto yang bercerita,” jelas Denty (18/4). Kemudian Ia juga menjelaskan bahwa pada akhirnya pun terkait cerita tersebut semuanya tergantung kepada sang fotografer dalam mengenali dirinya sendiri. Sehingga ketika bisa menemukan tema yang hanya dimiliki oleh dirinya, alangkah lebih baik untuk menempel terus pada tema tersebut dan mencoba untuk berani menunjukkannya kepada orang lain. Salah satunya dalam bentuk buku fotografi.

“setiap orang punya pengalaman dan cerita dapat menjadi karya yang bisa dishare. Selain itu juga melalui karya tersebut bisa menjadi bahan obrolan, sehingga  menjadi tempat bertukar ide, “ tutup Denty dalam menyampaikan kesannya di acara bedah buku fotografi tersebut.

 

Penulis: Risky Wahyudi

Foto: Dokumentasi KLIK18

Himbauan Pengumpulan Data Aktivitas Mahasiswa dalam Rangka Reakreditasi Prodi Ilmu Komunikasi UII

Email Print

Pameran Fotografi Klik18: ‘Every Place Has Their Beauty ‘

Email Print

Yogyakarta-Komunitas Fotografi Ilmu Komunikasi UII,  KLIK18 kembali menggelar PANIK (Pameran Anak Klik) yang digelar oleh mahasiswa angkatan 2017. Pameran tersebut berlokasi di lantai LG Perpustakaan Pusat UII berlangsung dari tanggal 10-12 April 2018 dari pukul 10.00 s/d 18.00 WIB.

Mengusung tema Icon pameran tersebut menyuguhkan puluhan karya fotografi. ‘Every Place Has Their Beuty’ merupakan tagline dari pameran tersebut yang menjadi sprit karya fotografernya. Mereka mencoba untuk menyampaikan makna Icon dan spirit dari pameran tersebut dari berbagai daerah yang ada di Indonesia berdasarkan perspektifnya melaui karya fotografi yang dipamerkan.

Selain menggelar pameran, juga diselenggarakan workshop fotografi bersama fotografer professional Bimo Pradityo yang menyampaikan materi basic photography dan juga street photography (10/4/18). Rangkaian acara yang lainnya pun juga adanya awarding night yang digelar di depan gedung Prodi Ilmu Komunikasi UII pada tanggal 10 April 2018.

 

Penulis: Risky Wahyudi

Foto: Dokumentasi KLIK18